Surabaya (Antara Jatim) - Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Ucok Sky Khadafi, mengimbau Pertamina melepaskan Pertagas daripada sibuk dengan persoalan akuisisi terhadap PGN. "Lebih baik Pertamina melepaskan Pertagas. Lalu, mengurus eksploitasi dan eksplorasi minyak," katanya, dihubungi di Surabaya, Minggu. Apabila Pertamina tetap mengakuisisi PGN, prediksi dia, maka bisa terjadi kemunduran dalam tata kelola minyak dan gas bumi. "Penyebabnya, pola bisnis Pertamina tidak ubahnya seperti dahulu. Ini ancaman bagi perkembangan ekonomi nasional," ujarnya. Ia meyakini, upaya Pertamina untuk mengakuisisi PGN lebih dikarenakan perusahaan tersebut ingin menjadi "trader" kembali. Ketika hal itu terjadi maka penerapan "Good Corporate Governance/GCG" yang selama ini dibangun oleh salah satu BUMN tersebut bisa menjadi mundur. "Ada kemungkinan Pertamina ingin seperti dulu dengan menguasai sumber migas," katanya. Ia khawatir, ketika penguasaan sumber migas itu terealisasi maka Pertamina justru bukan memberi kontribusi kepada negara. Akan tetapi, bisa terjadi korupsi secara besar-besaran. "Padahal, usaha gas bumi di Indonesia secara bertahap diserahkan kepada PGN. Tujuannya, agar Pertamina tetap fokus di minyak dan bisa berkompetisi di dunia internasional," katanya. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026