Oleh Zubi Mahrofi Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp11.623 per dolar AS. "Laju rupiah cenderung stabil menyusul bervariasinya sentimen di pasar uang," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin. Ia mengemukakan sentimen positif datang dari testimoni pernyataan Wakil Gubernur the Fed Janet Yellen yang tetap mempertahankan program stimulus The Fed. Namun, masih tingginya defisit neraca pembayaran menahan rupiah untuk melanjutkan penguatan. Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, dibuka naik sebesar 25,77 poin seiring dengan pelaku pasar mengambil kembali posisi beli. IHSG BEI dibuka naik 25,77 poin atau 0,59 persen menjadi 4.361,22, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,58 poin (0,91 persen) ke level 728,66. Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Senin, memperkirakan positifnya bursa saham Asia menjadi salah satu pendorong bagi pelaku pasar saham di dalam negeri melakukan akumulasi beli sehingga indeks BEI ikut menguat. "Mayoritas bursa saham Asia pagi ini berada di area positif pascapernyataan Wakil Gubernur the Fed Janet Yellen yang akan tetap melanjutkan stimulus keuangannya menyusul kondisi ekonomi AS yang masih rapuh," kata dia. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026