Oleh Slamet Hidayat
Sumenep, (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyerahkan berkas perubahan daftar pemilih tetap Pemilu Legislatif 2014 kepada pimpinan 12 partai politik setempat.
Komisioner KPU Sumenep M Ilyas di Sumenep, Jumat, menjelaskan jumlah warga yang tercacat dalam DPT Pemilu Legislatif 2014 memang mengalami perubahan dari sebelumnya yang sebanyak 906.410 orang menjadi 904.192 orang.
"Pada Kamis (7/11) sore, kami telah meminta staf untuk menyerahkan berkas perubahan DPT Pemilu Legislatif 2014 dan rinciannya yang berupa 'softcopy' itu kepada pimpinan 12 parpol di Sumenep," katanya.
Jumlah DPT Pemilu Legislatif 2014 di Sumenep yang ditetapkan KPU setempat mengalami perubahan beberapa kali.
Pada 12 September 2013, KPU Sumenep menetapkan DPT Pemilu Legislatif 2014 sebanyak 914.135 orang dan berubah menjadi 906.955 orang pada 12 Oktober.
Setelah melalui proses perbaikan, KPU Sumenep menetapkan DPT Pemilu Legislatif 2014 menjadi 906.410 orang pada 19 Oktober 2013 dan berubah lagi menjadi 904.192 orang pada 1 November.
"KPU kota dan kabupaten memang diminta oleh KPU RI untuk memperbaiki atau mencermati DPT guna memastikan DPT tersebut valid. Oleh karena itu terjadi beberapa kali perubahan," ujarnya.
Perubahan jumlah dalam DPT Pemilu Legislatif 2014 itu, kata dia, disebabkan beberapa hal, di antaranya warga yang meninggal dunia dan nama ganda.
"Selain itu, ada puluhan ribu nomor induk kependudukan (NIK) warga Sumenep yang tercatat dalam DPT dinyatakan invalid atau diragukan. Solusi atas persoalan itu adalah surat keterangan domisili dari kepala desa setempat," ucapnya.
Pihaknya selalu berkoordinasi dengan pimpinan 12 parpol dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep tentang adanya perubahan jumlah DPT tersebut.
Sesuai keputusan KPU RI, Pemilu Legislatif 2014 akan digelar pada 9 April. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.