Pacitan (Antara Jatim) - Sedikitnya 45 siswa dan warga di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dinyatakan positif mengidap/terjangkit penyakit Hepatitis-A, sehingga mendapat pemantauan khusus dari puskesmas setempat. Kepala Puskesmas Ngadirojo, dr Sukamto, Minggu, mengatakan lonjakan kasus Hepatitis-A itu teridentifikasi selama dua pekan terakhir. "Memang ada 10-an orang penderita Hepatitis A yang menjalani rawat inap, namun semua telah dinyatakan sembuh. Rata-rata penderita menjalani rawat inap selama tiga hari," ungkapnya. Ia menjelaskan umumnya penderita/pasien hepatitis-A yang terjangkit adalah anak-anak hingga remaja. Data di Puskesmas Ngadirojo mencatat ada sebanyak 45 orang terjangkit dengan rincian 10 orang pasien menjalani rawat inap dan 35 lainnya hanya berobat dan rawat jalan. "Karena orang tuanya khawatir, maka mereka minta dirawat di Puskesmas," tuturnya. Sukamto berpesan bagi para penderita agar selalu menjaga kondisi tubuhnya, di antaranya dengan istirahat yang cukup serta memperhatikan asupan gizi. Selain itu, sanitasi lingkungan juga harus diperhatikan, termasuk kebersihan makanan atau jajanan di rumah maupun di sekolah. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, dr. Eko Budiyono mengatakan penderita Hepatitis A ringan tidak membutuhkan pengobatan secara khusus, melainkan cukup dengan menerapkan pola makan bergizi dan bervitamin serta cukup istirahat. Dengan demikian kekebalan tubuh meningkat dan penderita dapat sembuh dengan sendirinya. Selain itu, lanjut Eko, kesadaran untuk hidup sehat harus ditingkatkan, misalnya selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. "Penyakit ini 'save limited'. Artinya bisa sembuh dengan sendirinya," jelasnya. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026