Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Petani tebu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi kepada PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) terkait penyerapan panen tebu pada musim giling tahun ini melalui unit usaha Pabrik Gula (PG) Rendeng

"Tebu petani Blora yang sebelumnya menghadapi kendala penebangan kini telah terserap secara optimal," kata seorang petani Anton Sudibyo dalam keterangan PT SGN diterima di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Anton menuturkan sebelumnya terdapat hampir 500 hektare tanaman tebu petani yang belum tertebang namun melalui fasilitasi dan pengawalan PG Rendeng kini sekitar 90 persen tebu tersebut telah berhasil terserap.

Sementara sisa sekitar 10 persen tebu yang masih belum tertebang, kata dia, diharapkan dapat diselesaikan hingga Oktober 2026.

Menurut dia, dukungan PT SGN melalui PG Rendeng menjadi bagian penting dalam membantu petani menghadapi kondisi yang ada sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani tebu.

“Kami sangat terharu dan tersanjung bagaimana nasib kami petani. Dalam kondisi kemarin tebu tidak tertebang hampir 500 hektare, saat ini akhirnya tebu Blora terserap hampir 90 persen,” ujarnya.

Selain memastikan penyerapan hasil panen, petani juga berharap adanya pendampingan yang lebih kuat dalam pengembangan tanaman tebu khususnya melalui penyediaan bibit unggul.

Petani pun menyambut baik informasi mengenai SGN 1 yakni bibit yang dikembangkan PT SGN yang diharapkan dapat mendampingi varietas seperti Panjalu 1 maupun Mustika A.

Ia berharap dukungan tersebut dapat direalisasikan melalui pembinaan, edukasi, hingga dukungan pengembangan bibit, sehingga petani semakin mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas tebu.

“Dengan binaan PT SGN melalui PG Rendeng, mudah-mudahan SGN bisa membina dan mengedukasi kami petani sehingga petani tidak miris, tidak minder di tengah goncangan ekonomi yang tidak jelas,” katanya.

Senada, seorang petani lainnya Khairul Anwar turut bersyukur atas optimalnya penyerapan tebu pada musim giling tahun ini.

“Terima kasih kami ucapkan kepada PT SGN yang telah melakukan penyelamatan tebu khususnya di Kabupaten Blora,” kata Khairul.

Direktur Utama PT SGN Mahmudi mengatakan penyerapan tebu petani Blora melalui PG Rendeng menjadi wujud sinergi antara PT SGN dan petani dalam menjaga keberlanjutan produksi tebu.

Ke depan, ujarnya, dukungan melalui pendampingan, edukasi, serta pengembangan bibit unggul diharapkan dapat semakin memperkuat produktivitas petani sekaligus menghasilkan tebu dengan kualitas dan mutu yang semakin baik.

"Bersama petani, menyelamatkan tebu, meningkatkan kualitas dan menguatkan industri gula nasional," kata dia.

 



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026