Pengalaman yang tidak akan dilupakan anak-anak

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 50 anak berkebutuhan khusus dari Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan (LPK) Aora belajar memilah dan mengolah sampah di Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dalam Outing Creative Inklusi Peduli Lingkungan. 

"Anak-anak dikenalkan cara menghargai dan menjaga lingkungan dari kerusakan," kata pegiat lingkungan Kampung Edukasi Sampah Edi Priyanto di Sidoarjo, Selasa 

Anak-anak diajari cara memilah sampah sebelum benar-benar dibuang untuk meminimalkan risiko dari timbunan sampah, sekaligus menjadikan sampah memiliki value.

“Memang sampah itu kotor, bau, dan tidak indah dipandang. Tapi kalau dikelola dengan baik, sampah bisa memiliki nilai jual,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, pelatihan dibuat dengan skema outing creative agar anak-anak sanggup belajar sambil berinteraksi, karena bila pelatihan dikemas di dalam kelas akan membosankan.

Pelatihan di luar ruangan, lanjut Edi, bisa memberi pengalaman yang tidak akan dilupakan anak-anak. 

“Karena mereka praktik secara interaktif. Pengalaman itu bisa ditularkan kepada orang tua atau komunitas di sekitarnya,” katanya.

Anak-anak yang didampingi orang tuanya tampak antusias membuat karya dari bahan bekas. 

Dipandu kader lingkungan Kampung Edukasi Sampah, anak-anak dibimbing cara membuat tempat bolpoin dari botol bekas dan menanam tanaman dengan botol kaca.

"Produk ini terlihat sederhana, baik dari proses maupun bahannya, tetapi hasilnya memberi pengalaman berbeda. Peserta pelatihan bisa mengaplikasikan di rumah atau di sekolah tentang pemanfaatan sampah agar volume sampah yang dihasilkan bisa diminimalisir,” ucap Edi.

 



Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026