Gresik, 26/8 (Antara Jatim) - Jajaran Kepolisian Resor Kabupaten Gresik, membagi dua lokasi rawan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim yang akam berlangsung 29 Agustus 2013, yakni wilayah Pulau Bawean dan Gresik Utara. Kapolres Gresik AKBP Ahmad Ibrahim, Senin mengaku pembagian dua titik rawan itu karena untuk Pulau Bawean merupakan wilayah yang jauh dari pantauan dan keramaian kota, sedangkan di Gresik Utara ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) yang terletak di pedalaman. "Dua lokasi yang rawan itu masuk ke dalam pantauan kami dan merupakan prioritas, karena menyangkut adanya tindak pidana di wilayah itu," katanya usai kegiatan penandatanganan kerja sama dengan Panwaslu dan Kejari yang berlangsung di Aula Mapolres Gresik. Oleh karena itu, pihaknya akan menggunakan pola pengamanan dengan menempatkan dua petugas di setiap TPS untuk wilayah Pulau Bawean dan Gresik Utara. "Khusus di Pulau Bawean, kami akan kirim sebanyak 50 petugas, dan mereka rencana berangkat bersama pada Selasa (27/8) dari Pelabuhan Gresik," katanya. Meski demikian, Ibrahim mengaku siap menambah jumlah petugas di Pulau Bawean bila diperlukan, karena jumlah petugas yang dikirim tersebut tidak baku. "Untuk total anggota yang kami libatkan selama pelaksanaan Pilkada Jatim di Gresik mencapai 576 personil, dan rencana juga akan dibantu 1 SSK BKO Brimob Polda Jatim serta 1 SSK TNI," katanya. Ia juga menegaskan, siap mengamankan pelaksanaan Pilkada Jatim, baik di dalam wilayah Gresik maupun di wilayah perbatasan Gresik dengan Surabaya atau Lamongan. "Dengan adanya pengamanan ini, kami berharap Pilkada Jatim bisa berjalan aman, tertib dan pemimpinnya siap dipilih dan siap tidak dipilih," katanya. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026