Surabaya (Antara Jatim) - Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur merealisasikan penjualan sebanyak 100 kilogram daging sapi melalui operasi pasar (OP) menggunakan konsep miniatur guna mendukung stabilisasi harga komoditas tersebut.
"Seratus kilogram daging sapi itu asli lokal yakni didatangkan dari Rumah Pemotongan Hewan/RPH Surya Jaya. Jadi yang kami jual per hari ini bukan daging impor," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Hatim, Rusdianto, ditemui usai Buka Puasa Ramadhan 1434 Hijriah dengan Media Massa, di Surabaya, Jumat malam.
Menurut dia, OP daging sapi yang tidak dilatarbelakangi penugasan pemerintah atau dari Bulog Pusat itu justru dilakukan dengan inisiatifnya sendiri. Pelaksanaannya digelar mulai tanggal 26 Juli 2013 hingga batas waktu yang tidak ditentukan karena disesuaikan animo pasar dan faktor lain.
"Hal ini hanya bertujuan untuk menambah pasokan daging bagi pasar di wilayah ini," ujarnya.
Mengenai tempat dilaksanakannya OP daging sapi, jelas dia, sengaja diwujudkan dengan tidak mengambil tempat di pasar tradisional melainkan di depan kantor Bulog Divre Jatim.
"Alasan lain disebabkan harga daging sapi di Jatim kian stabil sehingga masih bisa dijangkau oleh pasar perdagangan," katanya.
Untuk harga daging sapi yang dijual di OP tersebut, tambah dia, ditawarkan dengan harga sama seperti di pasar perdagangan yang kini berkisar antara Rp75.000-Rp80.000 perkilogram.
"Kami beli dari RPH Surya Jaya seharga Rp72.000 perkilogram tapi dijual di OP menjadi Rp75.000 perkilogram," katanya.
Terkait stok dagingnya, optimistis dia, berapapun permintaan masyarakat akan dipenuhi mengingat RPH yang diajak bekerja sama memiliki ketersediaan tanpa batas. Untuk stok total di RPH ini, jumlahnya bisa mencapai ratusan kilogram tetapi setiap hari didatangkan secara bertahap.
"Kalau hari ini kami datangkan 100 kilogram, besok hanya 50 kilogram karena Sabtu banyak masyarakat yang lebih memilih berakhir pekan daripada belanja di OP," katanya.
Tindakan tersebut, lanjut dia, bertujuan menghemat pemakaian "cold storage" dan supaya daging yang dijual selalu dalam keadaan segar. Pada masa mendatang jika tanggapan masyarakat semakin baik dan kebutuhan mereka sangat mendesak terutama akhir Ramadhan maka Bulog tak segan menggelar OP lagi di kantornya.
"Akan tetapi area OP diperluas dan sebisa mungkin tidak kami lakukan di dalam pasar tradisional agar tak bersinggungan dengan pedagang daging di sana," katanya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.