Kediri (Antara Jatim) - Mahasiswa asing asal Jepang yang mengikuti kegiatan COP atau "Community Outreach Program" di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengajarkan tarian asal daerah itu. Hirroki, salah satu mahasiswi asal Jepang, Selasa mengatakan ia mengajarkan tarian "soran-bushi" kepada anak-anak di daerah itu. Ia senang, karena anak-anak itu ternyata bersemangat mengikuti gerakan tarian. "Saya dengan teman-teman mengajarkan mereka. Kami dua kali pertemuan, dan mereka sudah bisa (menari)," katanya. Ia mengatakan, tarian "soran-bushi" merupakan salah satu tarian tradisional di Jepang. Tari ini adalah tarian yang biasa dibawakan oleh para nelayan tradisional di Negeri Sakura tersebut sebelum melaut mencari ikan. Karena itu, dalam tarian itu banyak akvitas liukan dari tangan para penari. Mereka menggerakkan badan ke kanan dan kiri sambil meliuk-liukkan tangan. Para mahasiswa Jepang itu mengajak serta anak-anak di Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri untuk belajar menari. Para anak-anak itu terlihat sangat bahagia bisa belajar menari. Sebanyak 157 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa UK Petra Surabaya dan mahasiswa asing atau dari kampus luar negeri mengikuti COP di Kabupaten Kediri. Jumlah mahasiswa UK Petra yang mengikuti kegiatan ini mencapai 59 mahasiswa dan 98 di antaranya dari kampus luar negeri. Mahasiswa dari kampus luar negeri itu antara lain, 27 mahasiswa "Dong Seo University" dari Korea Selatan, 29 mahasiswa "Inholland University" dari Belanda, 10 mahasiswa "Hongkong Baptist University" dari Hongkong, 15 mahasiswa "International Christian University" dari Jepang, satu mahasiswa "St Andrew’s University" dari Jepang, empat mahasiswa "Chinese University of Hong Kong" dari Hong Kong, tiga mahasiswa "Lingnan University 0f Hong Kong" dari China, empat mahasiswa "Guangxi Normal University", dan lima mahasiswa "Guangxi University of Science and Technology" dari China. Kegiatan COP atau KKN (kuliah kerja nyata) yang digelar oleh UK Petra ini merupakan bagian dari salah satu program service learning yang dipelopori oleh IPSL (International Partnership for Service Learning), suatu lembaga nirlaba bermarkas di New York, Amerika Serikat yang mensponsori program "service learning" di berbagai negara. UK Petra terpilih menjadi "local chapter" untuk wilayah Indonesia, guna melaksanakan program tersebut melalui kegiatan COP. Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak 1994 lalu. Sejak tahun 2004, lokasi desa binaan COP dialihkan ke Kabupaten Kediri setelah hampir enam tahun dilaksanakan di Kabupaten Magetan. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026