Gresik, (Antara Jatim) - Sebanyak 77.751 rumah tangga sangat miskin (RTSM) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akan menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) dari pemerintah sebagai dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kepala PT Pos Indonesia Cabang Gresik Iwan Andri Wijanarko, Senin mengatakan, untuk total dana pada tahap awal yang akan dicairkan mencapai Rp23,3 miliar.
"Pendistribusian BLSM di Gresik tidak hanya dilakukan di Kantor Pos, melainkan di beberapa titik komunitas serta keramaian, tujuannya untuk mempermudah masyarakat," kata Andri dalam sosialisasi program pembagian BLSM di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik.
Ia mengatakan, pelaksanaan pendistribusian dana BLSM akan segera dilakukan dalam pekan ini, dan saat ini sedang dilakukan proses pendistribusian undangan kepada penerima BLSM.
"Undangan kami distribusikan melalui camat, lurah serta kepala desa. Kemudian undangan itu sesegera mungkin harus terdistribusi kepada penerima BLSM di Gresik," ucapnya.
Sementara itu, sesuai pendataan beberapa wilayah di Gresik yang sudah siap menerima distribusi BLSM di antaranya Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Ujungpangkah dan Panceng.
Dikatakannya, setiap keluarga nantinya akan menerima uang sebesar Rp300 ribu untuk dua bulan sekaligus, yakni Juli dan Agustus.
"Proses pengambilan dana BLSM selain membawa undangan juga diwajibkan membawa KTP serta Kartu Keluarga, sebagai validitas nama penerima," tuturnya.
Sementara Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut meminta agar semuanya komponen seperti camat dan lurah untuk melaksanakan tugasnya dengan cermat dan penuh kehati-hatian.
"Saya minta semua lurah dan camat agar berhati-hati dalam hal ini, sebab ini menyangkut bantuan sosial," katanya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.