Bojonegoro (Antara Jatim) - Sebanyak 154 calon haji (calhaj) Bojonegoro, Jatim, yang sudah masuk daftar berangkat musim haji tahun ini sekaligus melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) batal berangkat karena berkurangnya kuota calhaj secara nasional.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Wakhid Priyono, Rabu, mengatakan, berkurangnya 154 calhaj dari kuota 1.032 calhaj yang sudah melunasi BPIH itu diterima dari Kementerian Agama Provinsi Jatim, Selasa (18/6) malam hari.
Langkah yang akan dilakukan, katanya, akan memberitahukan kepada 154 calhaj yang batal berangkat, tapi pihaknya akan terlebih dulu mengkonsultasikan dengan Kemenag Provinsi Jatim.
"Saat ini kami belum memberitahukan kepada 154 calhaj yang batal berangkat karena masih akan mengkonsultasikan kepada Kemenag Provinsi Jatim," katanya.
Yang jelas, menurut dia, penentuan calhaj yang batal berangkat karena berkurangnya kuota diambilkan yang menempati posisi terbawah dari daftar yang sudah memperoleh jadwal berangkat.
Sesuai data, jelasnya, calhaj di Jatim yang batal berangkat yaitu yang nomor urutnya mulai 1.300.314.284 sampai 1.300.318.769.
"Sesuai data nomor urut itu Bojonegoro yang batal berangkat sebanyak 154 calhaj, lebih rendah dibandingkan Gresik yang jumlahnya ada sekitar 200 calhaj," katanya, menegaskan.
Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan 154 calhaj, sebab sudah menjadi keputusan nasional dan keputusan Arab Saudi yang mengurangi kuota calhaj Indonesia.
"Kami akan berusaha memberitahu kepada calhaj yang batal berangkat agar tidak resah. Meskipun bagi calhaj di pedesaan sulit," ujarnya.
Ia menambahkan di daerahnya ada tujuh calhaj yang sudah masuk dalam daftar berangkat diluar 1.032 calhaj yang batal berangkat disebabkan enam calhaj meninggal dunia dan satu calhaj sakit keras.
Enam calhaj yang meninggal dunia yaitu penduduk Desa Baureno, Kecamatan Baureno, Sumian, penduduk Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Alif Kumaidi, penduduk Desa Tlumbung, Kecamatan Sumberrejo, Kastur dan penduduk Pasinan, Kecamatan Baureno, Mashari.
Lainnya, penduduk Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, Lastari dan penduduk Desa Kepohbaru, Kecamatan Kepohbaru, Supatkur. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.