Oleh Frislidia
Pekanbaru (Antara) - Pengamat politik dari Universitas Andalas Syaiful Wahab menilai prahara yang melanda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang "digoreng" media massa itu menguntungkan Partai Golkar.
"Golkar diuntungkan dari dampak prahara PKS sebab dari semua kompetitor partai yang besar yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, PDIP, PAN, PBB, PKB, hanya Partai Golkar yang saat ini masih belum digoyang," katanya di Pekanbaru, Minggu.
Menurut Syaiful yang juga Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas itu, PKS menjadi "bulan-bulanan" media massa hampir sama ketika Partai Demokrat digoncang kasus Anas Urbaningrum.
Untuk Partai Demokrat, katanya, kasus 'Anas' menjadi demikian marak di media karena dia adalah ketua partai dari partai berkuasa.
"Akan tetapi, dibandingkan dengan kasus korupsi yang melanda sebagian besar partai yang lahir selama reformasi, Golkar kini justru relatif lebih stabil," katanya.
Golkar kini sedang menjaga citra dan besar kemungkinan masyarakat awam akan berpaling kepada Partai Golkar di Pemilu 2014, meski sebenarnya pimpinan Partai Golkar juga bermasalah dengan kasus lumpur Lapindo.
Apalagi, sebagian besar masyarakat, terutama yang terdidik pasti merasa kecewa, ternyata partai reformasi pun tidak ada bedanya, termasuk PKS sekalipun. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.