Surabaya (ANTARA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyiapkan layanan keuangan digital bagi insan pendidikan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pendidikan Jatim dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-provinsi tersebut.
“Melalui kerja sama ini, Bank Jatim ingin menghadirkan layanan perbankan yang semakin terintegrasi dan memberikan kemudahan bagi seluruh insan pendidikan. Kami berharap sinergi ini tidak hanya memperkuat layanan transaksi perbankan, tetapi juga mampu mendukung percepatan digitalisasi dan pengelolaan keuangan di sektor pendidikan,” ujar Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Selasa.
PKS Layanan Jasa Perbankan Satuan Pendidikan tersebut ditandatangani Winardi Legowo bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah layanan perbankan untuk mendukung kebutuhan pemerintah daerah dan insan pendidikan. Layanan itu antara lain penyaluran gaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di bawah kelolaan Dinas Pendidikan.
Bank Jatim juga akan melakukan pengolahan data rekening guru penerima tunjangan yang menghasilkan informasi status rekening serta laporan hasil pengolahan.
Selain itu, Bank Jatim menyediakan fasilitas kredit dan/atau pembiayaan bagi ASN dan Non-ASN di lingkungan pendidikan.
Untuk mendukung kemudahan dan efisiensi transaksi, Bank Jatim menyediakan berbagai layanan digital perbankan bagi ASN dan Non-ASN. Pemanfaatan layanan tersebut diharapkan mendorong proses transaksi dan pengelolaan keuangan pendidikan yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
Winardi mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Bank Jatim sebagai mitra pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ekosistem pendidikan.
Sebelumnya, sejak September 2025 Bank Jatim telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penyediaan layanan jasa keuangan terkait pengolahan data pada aplikasi pembayaran tunjangan guru.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu landasan bagi Bank Jatim untuk terus memperluas dan memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung layanan keuangan di sektor pendidikan.
“Sinergi ini kami harapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pemerintah daerah maupun insan pendidikan. Dengan dukungan layanan perbankan yang terintegrasi, proses penyaluran hak-hak finansial, pengelolaan transaksi, hingga akses layanan digital dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien,” kata Winardi menambahkan.
Melalui kerja sama tersebut, Bank Jatim menargetkan peningkatan pembukaan rekening institusi maupun individu di lingkungan pendidikan. Pengelolaan dana operasional dan transaksi pendidikan juga diharapkan mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Dari sisi penyaluran, kerja sama ini diharapkan meningkatkan penyaluran kredit kepada ASN di lingkungan pendidikan.
Sementara dari aspek transaksi, pemanfaatan layanan digital Bank Jatim ditargetkan meningkatkan volume transaksi sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem layanan perbankan yang semakin digital.
“Bank Jatim akan terus berkomitmen untuk memberikan solusi layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami optimistis kolaborasi dengan Dinas Pendidikan se-Jawa Timur ini dapat menjadi fondasi untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin inklusif, digital, dan memberikan nilai tambah bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” kata Winardi.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.