Surabaya (Antara Jatim) - Kalangan DPRD Kota Surabaya mengharapkan calon tunggal Ketua DPRD setempat M. Machmud setelah dilantik nantinya lebih tegas dan visioner dibanding dengan ketua sebelumnya.
"Jika tidak ada perubahan yang lebih baik, maka sama saja dengan ketua sebelumnya (Wishnu Wardhana)," kata anggota Komisi C DPRD Surabaya Sudirjo usai rapat paripurna dengan agenda usulan calon Ketua DPRD baru di gedung DPRD Surabaya, Selasa.
Sudirjo mengatakan bahwa ketua ke depan harus bisa bersinergi dengan pimpinan di DPRD yang lain, sehingga fungsi "kolektif kolegial" bisa terlaksana dengan baik.
Selama ini, katanya, hal itu tidak pernah dijalankan sehingga semua keputusan hanya di tangan ketua DPRD lainnya, sedangkan Wakil Ketua DPRD lainnya tidak dilibatkan.
Pihaknya berharap hal ini tidak terjadi lagi. Bahkan hubungan antara pimpinan dan anggota DPRD Surabaya harus bersinergi, begitu juga dengan Sekretaris DPRD dan Pemkot Surabaya.
Hal sama diungkapkan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya Agus Sudarsono. Ia mengatakan bahwa pada saat dipimpin Wishnu Wardhana, DPRD Surabaya mampu menghasilkan sekitar 20 peraturan daerah (perda) pada 2012.
"Menjelang pertengahan 2013 ini, baru sekitar tiga perda yang disahkan," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berharap agar DPRD Surabaya pada saat dipimpin M. Machmud harus lebih baik. "Jangan sama seperti yang dulu," katanya.
Calon Ketua DPRD Surabaya M. Machmud mengatakan setelah dilantik menjadi Ketua DPRD Surabaya, ia berjanji akan memperbaiki kinerja lembaga legislatif.
"Saya akan memperbaiki kinerja lembaga legislatif dan memperbaiki masalah-masalah yang ada selama ini," katanya.
Ia menjelaskan agar tidak adanya konflik, pihaknya menekankan adanya komunikasi dan koordinasi yang tidak boleh terputus antara Pimpinan dan fraksi dan kominikasi pimpinan dengan Komisi.(*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.