Gresik (Antara Jatim) - Penumpang bus Damri tujuan Bandar Udara Juanda dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami peningkatan dari 60 orang/hari menjadi 100/hari.
Salah satu petugas Damri di Terminal Bunder Gresik Jaimin, Senin mengatakan peningkatan penumpang terjadi secara perlahan-lahan karena semakin dikenalnya transportasi tujuan Bandara Juanda dari Gresik.
"Jumlah penumpang yang diangkut sehari rata-rata mencapai 100 orang, padahal selama beroperasi sejak awal tahun lalu, jumlah yang diangkut maksimal hanya 60 orang/hari," ucapnya.
Akibat sepinya penumpang pada awal peluncuran bus, Perusahaan Otobus Damri mengalami kerugian Rp50 juta/bulan.
Sebab, dalam sehari pihak Damri harus memberangkatkan sebanyak 5 armada bus dengan volume perjalanan sebanyak 35 kali untuk pergi dan pulang.
Salah satu penumpang asal Bojonegoro, Rudi mengatakan dengan adanya transportasi bus jurusan Gresik-Bandara Juanda semakin mempermudah penumpang yang berasal dari wilayah Gresik, Bojonegoro serta Tuban.
"Tarifnya pun juga cukup terjangkau, yakni Rp30 ribu untuk sekali jalan atau lebih murah dari pada menggunakan taksi," ujarnya, menambahkan.
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto sebelumnya mengatakan, dibukanya transportasi Gresik menuju Bandara Juanda adalah untuk menjawab kebutuhan tranpostasi massal yang murah dan efektif bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.
Selain itu, pengoperasian bus langsung menuju bandara adalah untuk memfasilitasi masyarakat di sekitar Gresik yang menggunakan pesawat terbang.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.