Lumajang (Antara Jatim) - Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meminta para pendaki untuk mewaspadai badai di jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut. "Badai masih memungkinkan terjadi di jalur pendakian Semeru, sehingga para pendaki harus tetap waspada," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari, saat dihubungi dari Lumajang, Minggu. Jalur pendakian Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, dibuka sejak Jumat (26/4). Berdasarkan hasil survei beberapa waktu lalu, jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu aman dilalui hingga Kalimati, namun pendaki tetap diimbau untuk berhati-hati selama mendaki. "Kami hanya merekomendasikan pendakian hingga Kalimati dan melarang pendaki naik hingga puncak Semeru (Mahameru) karena berbahaya bagi keselamatan para pendaki," katanya. PVMBG merekomendasikan pendakian hingga Kalimati karena status Gunung Semeru masih waspada (Level II), sehingga masyarakat atau pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di radius 4 kilometer dari Mahameru. Menurut Ayu, antusias wisatawan yang ingin mendaki di gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu cukup tinggi dan jumlah pendaki mencapai 1.000 lebih setelah dibuka pada pekan lalu. "Selama beberapa bulan pendakian Semeru ditutup, TNBTS memang kebanjiran telepon dari ratusan pendaki yang menanyakan kapan jalur pendakian Gunung Semeru dibuka," ujarnya. Ia mengimbau para pendaki tidak nekat ke Mahameru karena jumlah embusan yang dikeluarkan Gunung Semeru beberapa hari terakhir tidak seperti biasanya yakni jumlah embusannya berkurang. "Ancaman badai juga diprediksi cukup tinggi di jalur pendakian dari Arcopodo hingga Mahameru, sehingga TNBTS merekomendasikan pendakian hingga Kalimati demi keselamatan para pendaki," paparnya. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026