Bandung, (Antara) - Tim bola voli putra Palembang Bank Sumselbabel (PBS) terjegal Samator Surabaya setelah kalah 2-3 pada Final Four II BSI Proliga 2013 di GOR C-Tra Arena Cikutra kota Bandung, Sabtu. Meski sempat memimpin dua set pertama dengan skor 25-23, 25-21, namun PBS harus menerima kenyataan kalah pada tiga set berikutnya dengan skor 10-25, 22-25 dan 12-15. Dengan hasil itu, PBS masih belum aman melangkah ke babak final BSI Proliga 2013 untuk menantang putra Jakarta BNI 46 yang telah memastikan diri lolos ke babak final. Bahkan pada laga kedua di Bandung, BNI 46 mengalahkan tim sekotanya Jakarta Sananta dengan skor 3-1 (25-22, 22-25, 25-20, 25-20). Meski kalah dari tim Surabaya Palembang Bank Sumsel yang meraih satu angka pada laga itu, masih bertengger di peringkat kedua dengan skor delapan hasil lima kali bertanding, dua kali menang dan tiga kali kalah. Untuk menembus final, Palembang Bank Sumsel wajib minimal meraih satu angka pada pertandingan Minggu (28/4), artinya kalah 2-3 sekalipun PBS tetap melenggang ke final. Sedangkan Samator yang kini berperingkat ketiga dengan nilai lima hasil dua kali menang dan tiga kali seri, untuk bisa menembus babak final wajib menang telak 3-0 atau 3-1 atas BNI 46 untuk bisa meraih angka tiga, dengan syarat PBS kalah telak 0-3 dari Jakarta Sananta. Meski di atas kertas Samator cukup berat, namun tim Surabaya itu tetap optimis untuk menyelesaikan laga terakhir dengan maksimal tanpa terpengaruh pertandingan lain. "Cukup berat, namun bagaimanapun kami akan upayakan untuk bertanding all out lawan BNI 46. Karena hanya itu jalan kami untuk bisa mengupayakan ke babak utama," kata Assisten Pelatih Samator Ibarsyah. Terkait kunci kemenangannya pada laga itu, Ibarsyah menyatakan kuncinya adalah kemenangan pada set ketiga dengan nilai telak yang menaikan mental bertanding tim. Berlaga dengan materi pemain lokal, Samator yang dikenal ungguk kolektifitas pemainnya menampakan karakter sebenarnya. Sementara itu Pelatih PBS, Mashudi menyatakan kekalahan itu tidak menyurutkan semangat timnya untuk memastikan tempat ke final di laga tersebut. Ia mengakui Samator mampu mendapatkan permainannya pada tiga laga terakhir sehingga timnya yang telah memimpin dua set harus menyerah kalah. "Peluang masih ada, tentunya hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan besok yang menentukan melawan Jakarta Sananta," kata Mashudi. Kekalahan itu merupakan kekalahan kedua bagi PBS pada laga Final Four II di Bandung, sehari sebelumnya PBS juga harus mengakui keunggulan Jakarta BNI 46. Mashudi menyebutkan akan memanfaatkan sekecil apapun pada laga terakhir. Sementara itu Jakarta BNI 46 yang telah memastikan tempat di final, tak mengendurkan permainannya untuk mengejar target "sapu bersih" tiga laga final four putaran kedua di Kota Kembang itu. Setelah PBS, giliran Jakarta Sananta yang menjadi korban keperkasaan dan permainan energik dari tim yang dimotori Toppel dan Vlado itu. "Saya sudah tekankan tidak ada istilah mengendur, kami akan tetap pada ritme permainan terbaik. Setelah lolos kami berkewajiban memuaskan penonton Bandung," kata Pelatih Jakarta BNI 46 Roy Makpal. Tim Jakarta itu sangat berpeluang melakukan sapu bersih tiga laga final four di Bandung itu, pada laga pamungkas esok hari BNI 46 akan menghadapi Samator Surabaya yang dipastikan akan bermain mati-matian untuk mendapatkan point sempurna tiga angka. "Meski tak ada beban, namun kami tetap berharap permainan terus menanjak menjelang final nanti," kata Roy Makpal menambahkan. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026