Surabaya (Antara Jatim) - Dinas Kesehatan Jawa Timur mengingatkan kepada para orang tua yang memiliki balita akan pentingnya imunisasi untuk melindungi amak-anak dari penyakit yang menyebabkan kecacatan hingga kematian.
"Imunisasi merupakan salah satu langkah tepat bagi orang tua untuk menjamin kesehatan anaknya. Selain terbukti efektif, imunisasi di semua Posyandu dipastikan tidak membayar atau gratis," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Harsono, kepada wartawan di sela persiapan Pekan Imunisasi Dunia di Surabaya, Jumat.
Dalam pekan imunisasi pihaknya mengajak seluruh komponen pemerintah, lembaga-lembaga swadaya nonpemerintah, dunia usaha profesi beserta masyarakat untuk merapatkan barisan melindungi dunia dengan mendapatkan imunisasi. Pekan imunisasi dunia ini dilaksanakan sejak 22-27 April 2013.
Ia mengungkapkan, lebih dari 13 persen anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Padahal, imunisasi lengkap dapat melindungi anak dari wabah, kecacatan dan kematian. Pihaknya berharap para orang tua segera melengkapi imunisasi anak mereka agar terbebas dari penyakit.
Mantan Bupati Ngawi tersebut mengatakan, dalam pekan imunisasi ini ada lima vaksin yang akan diberikan dan disiapkan di di semua Posyandu yang tersebar di seluruh Jatim. Masing-masing vaksin Hepatitis B, vaksin BCG, vaksin polio, vaksin DPR/HB dan vaksin campak.
"Tidak hanya di Posyandu saja, kami juga membuka pelayanan imunisasi dalam rangka 'drop out foloow up' di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes, serta rumah sakit pemerintah maupun swasta," katanya.
Kelima jenis vaksin yang diberikan bisa didapatkan secara gratis, khususnya pada pekan imunisasi dunia. Harsono menjelaskan, vaksin Hepatitis B diberikan pada bayi baru lahir disuntikkan sebelum 12 jam dan paling lambat tujuh hari. Vaksin ini untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke anak pada proses kelahiran.
Kemudian vaksin polio yang diberikan empat kali pada usia 1-4 bulan untuk mencegah penyakit lumpuh layu. Ada juga vaksin campak yang diberikan sekali pada usia sekitar sembilan bulan untuk mencegah penyakit campak berat yang mengakibatkan radang paru, diare dan menyerang otak.
Tidak hanya itu saja, Dinas Kesehatan juga sudah mempersiapkan vaksin DPT/HB yang diberikan tiga kali pada usia 2-4 bulan untuk mencegah empat penyakit, yakni difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis B.
"Kami juga memberi vaksin BCG yang diberikan sekali pada usia 0-11 bulan untuk mencegah kuman tuberkulosis menyerang paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan," kata dia. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.