Surabaya (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Surabaya Darmo memberdayakan penerima manfaat melalui program terbaru Pemberdayaan Ekonomi Kemandirian (PEKA) dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpenas).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo Muhammad Zulkarnaen menyampaikan Harpelnas 2026 ini momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat, mendengar langsung kebutuhan peserta, sekaligus memastikan mereka mendapatkan pelayanan dan perlindungan terbaik.
"Melalui program PEKA, penerima manfaat akan mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan ekonomi," katanya di Surabaya, Sabtu.
Zulkarnaen mengatakan program PEKA yang menjadi langkah BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan peserta atau ahli warisnya yang telah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan tetap memiliki peluang membangun keberlanjutan ekonomi.
"Dana manfaat yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih produktif, termasuk sebagai modal untuk membangun usaha mandiri," kata Zulkarnaen.
BPJS Ketenagakerjaan mendorong manfaat yang diterima peserta atau ahli warisnya tidak berhenti sebagai santunan, melainkan dapat menjadi pijakan untuk membangun kembali kemandirian ekonomi keluarga.
"Perlindungan dan pemberdayaan tersebut merupakan satu kesatuan. Negara hadir melalui jaminan sosial bukan hanya ketika risiko terjadi, tetapi juga untuk membantu peserta dan keluarganya memiliki peluang melanjutkan kehidupan," katanya.
Menurutnya, semangat pemberdayaan tersebut menjadi bagian dari konsep pelayanan BPJS Ketenagakerjaan yang mengusung tiga prinsip utama, yakni melindungi, melayani, dan memberdayakan.
Melindungi berarti memberikan jaminan sosial kepada pekerja, baik pekerja penerima upah maupun pekerja mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU). Melayani berarti memastikan peserta yang membutuhkan manfaat mendapatkan pelayanan dan haknya sesuai ketentuan. Sementara memberdayakan menjadi langkah lanjutan setelah peserta menerima manfaat.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya Tranggono Wahyu Wibowo menyampaikan apresiasi atas program dan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan. Tidak hanya memberikan pelayanan dengan baik, mudah dan cepat, tapi juga terus berkelanjutan.
"Juga tidak hanya untuk pekerja formal, tetapi juga untuk pekerja informal/mandiri seperti UMKM, seniman, penambal ban, pengemudi ojol, petani, dan nelayan," katanya.
Ketua SPSI Surabaya Dendi Prayitno menilai pelayanan BPJS Ketenagakerjaan luar biasa dan fleksibel, termasuk membantu peserta yang gagap teknologi (gaptek) untuk mengakses layanan digital.
"SPSI berkomitmen tegas agar seluruh pekerja wajib terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan untuk mencegah kemiskinan ekstrem akibat kecelakaan kerja atau insiden lain," tuturnya.
Dalam kegiatan Harpelnas 2026 ini, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo juga memberikan layanan cek kesehatan gratis, mengadakan kuis interaktif, dan menyediakan berbagai minuman serta jajanan gratis bagi peserta.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.