Surabaya (ANTARA) - ‎Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi penanganan korban dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur.

‎“Pemerintah daerah langsung mengambil alih biaya pengobatan dan sebagainya. Jadi, ini adalah satu tindakan yang luar biasa,” katanya usai menjenguk salah satu korban di RS Delta Surya, Sidoarjo, Jumat.

Ia juga mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang langsung melakukan evaluasi dan memberikan tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut.

‎“Sudah jelas ada satu kesalahan dan ini sudah dievaluasi oleh BGN. Yang bersangkutan langsung ditindak,” ujarnya.

‎Untuk memperkuat pengawasan, ia menyebut BGN telah menyediakan Call Center 127 sebagai kanal pengaduan masyarakat yang dapat digunakan untuk melaporkan berbagai dugaan masalah dalam pelaksanaan MBG.

‎“Semua masyarakat bisa melaporkan kalau dari MBG, mulai dari SPPG sampai penerima manfaat, terjadi kejanggalan ataupun makanan yang menurut mereka kurang layak,” ujarnya.

‎Wakil Direktur Umum RS Delta Surya Eka Rosina mengatakan pihak rumah sakit bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi para santri yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.

‎Menurut dia, koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Sidoarjo untuk memastikan kesiapan fasilitas pelayanan, termasuk ambulans dan instalasi gawat darurat (IGD).

‎“Respons time kami cukup cepat. Dinkes Sidoarjo sudah menghubungi semua rumah sakit Kami juga menyiapkan segala sesuatunya, termasuk ambulans dan IGD untuk menerima santri-santri,” ujarnya.

Awalnya, lanjut dia, RS Delta Surya menerima sekitar 30 orang pasien yang dirawat sejak insiden tersebut terjadi.

"Rata rata mengeluhkan pusing, mual, dan diare. Sekarang ini hanya tinggal satu pasien saja," katanya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026