Oleh Yuni Arisandy
Jakarta (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa 20 desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, masih terendam banjir.
"Banjir yang terjadi di Gresik sejak Kamis (11/4) hingga saat ini masih menggenangi beberapa wilayah. Tercatat 572 rumah yang tersebar di 20 desa di dua kecamatan di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur masih terendam," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan, hingga kini banjir masih menggenangi beberapa daerah di sekitar Bengawan Solo bagian hilir, meskipun luas genangan sudah mulai menyusut dibandingkan sebelumnya.
"Namun, akibat banjir ini ada satu korban meninggal atas nama Moh. Rizal Muhaimin, usia 11 tahun," ujarnya.
Sutopo menyampaikan, korban meninggal yang adalah warga Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik itu terseret arus sungai dan ditemukan pada Kamis (11/4) pukul 20.00 WIB.
Selanjutnya, dia memaparkan, di Kecamatan Dukun, banjir merendam 235 rumah yang tersebar di sembilan desa, antara lain Desa Madumulyorejo, Trimenggal, Jerebeng, Sekargadung, Dukunanyar, Padang Bandung, Gedang Gedoan, Baron, dan Kalirejo.
Sementara itu, di Kecamatan Bungah, banjir merendam sebanyak 337 rumah yang tersebar di 11 desa, yaitu Desa Bunga, Mojopurawetan, Mojopurogede, Sukowati, Bedanten, Sidomukti, Mlirang, Sidorejo, Masangan, Indrodelik, dan Sukorejo.
Menurut Sutopo, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan BPBD Provinsi Jawa Timur bersama dengan beberapa pihak lain, seperti TNI, Polri, Tagana, relawan dan masyarakat masih terus melakukan penanganan terhadap bencana banjir itu.
"Logistik dan peralatan bantuan BNPB yang diserahkan kepada BPBD sebelumnya telah digunakan untuk membantu masyarakat korban banjir juga," tutur Sutopo.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.