Bojonegoro (Antara Jatim) - Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menutup jalan raya di utara Pasar Kota Bojonegoro dekat tanggul Bengawan Solo, Selasa. Penurupan dilakukan agar jal itu tidak dilalui kendaraan berat, kata Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom. "Jalan di utara pasar ada yang retak menimbulkan rembesan air, sehingga mengkhawatirkan kalau dilalui kendaraan berat," katanya. Ia menjelaskan kendaraan berat yang melalui jalan tersebut bisa membahayakan kondisi tanggul, sebab air rembesan dari Bengawan Solo sifatnya menekan ke atas, sehingga ketika ada kendaraan melewati jalan tersebut tekanan air akan semakin kuat. "Kalau kondisi Bengawan Solo masih meluap seperti saat ini tanggul di utara pasar bisa longsor kalau dilalui kendaraan berat terus menerus," jelas dia. Apalagi, lanjut dia, saat ini ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro masih terus naik mencapai 15,55 meter, Selasa pukul 15.00 WIB. "Meningkatnya air di Bojonegoro disebabkan banjir dari Madiun dan sekitarnya, juga anak sungainya yang airnya masuk ke Bengawan Solo," paparnya. Di jalan masuk pasar kota itu, baik dari arah barat maupun timur ditutup dengan palang pintu, sementara di lokasi jalan yang retak air mengalir menggenangi jalanan setempat. "Sepanjang rembesan air yang melalui jalan yang retak jernih kondisi tanggul masih aman," paparnya. Selain itu, tanggul kanan Bengawan Solo di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, juga mengalami penurunan sepanjang 100 meter. Namun, jelas dia, tanggul di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, sudah diamankan dengan cara dipasang karung plastik yang diisi pasir untuk mencegah air luapan Bengawan Solo tidak melimpas. Selain itu, lanjut Mucharom, pihaknya juga melaporkan kepada Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jateng, mengenai tanggul kiri Bengawan Solo di Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Tuban, yang ambles sedalam 0,50 meter dengan panjang 100 meter. "Amblesnya tanggul di Banjararum juga mengancam permukiman warga juga areal pertanian kalau sampai jebol," ucapnya. Ia juga menambahkan, kondisi "doorlats" atau pintu lintas menuju rumah penduduk yang dibuat dengan cara menjebol tanggul di sejumlah desa di Kecamatan Kota sudah ditutup dengan karung yang diisi pasir dan tanah, agar luapan Bengawan Solo tidak masuk ke kota.(*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026