Surabaya (ANTARA) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi tuan rumah forum internasional Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS) untuk memperkuat kolaborasi riset, kecerdasan buatan, robotika, dan kendaraan listrik antarnegara Global South.
"Kami berharap bisa melakukan sharing knowledge. Teknologi yang berkembang di negara lain bisa menjadi pembelajaran bagi ITS untuk memperkuat riset dan inovasi yang sedang dikembangkan," ujar Rektor ITS Prof Bambang Pramujati setelah pembukaan The 26th Meeting of COMSATS Coordinating Council dan COMSATS-ITS Conference di Surabaya, Senin.
Forum yang berlangsung pada 8-10 Juni 2026 itu mempertemukan delegasi dan pimpinan institusi sains dari berbagai negara guna memperkuat kerja sama di bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Bambang mengatakan keikutsertaan ITS dalam jaringan COMSATS membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, terutama pada bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robotika, dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Menurut dia, ITS telah berdiskusi dengan sejumlah delegasi dan duta besar negara anggota COMSATS mengenai potensi kerja sama teknologi, termasuk pengembangan kendaraan listrik yang berkembang pesat di sejumlah negara.
Ia menjelaskan kerja sama ITS dalam jaringan COMSATS selama ini belum optimal, sehingga forum tersebut menjadi momentum untuk menyusun agenda kolaborasi yang lebih konkret pada masa mendatang.
"Harapannya nanti ada kerja sama yang lebih kuat untuk meningkatkan riset dan pengabdian masyarakat. Kita juga bisa bekerja sama dalam berbagai program pendidikan dan kegiatan internasional lainnya," katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif COMSATS, Muhammad Nafees Zakaria mengatakan organisasi tersebut lahir dari gagasan peraih Nobel Fisika asal Pakistan Abdus Salam dan resmi berdiri pada 1994.
Menurut Zakaria, COMSATS dibentuk untuk menjembatani kesenjangan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara berkembang melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.
"Setiap negara memiliki kekuatannya masing-masing. Ide dasarnya adalah mengumpulkan kekuatan itu dan bekerja bersama, sehingga kita bisa mencapai tujuan yang sulit dicapai jika berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.
Saat ini COMSATS memiliki jaringan 25 Centers of Excellence dari berbagai negara, termasuk ITS yang menjadi salah satu anggota dalam jaringan tersebut.
Ia menambahkan pertemuan tahunan COMSATS menjadi sarana untuk mengevaluasi capaian organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam menghadapi perkembangan teknologi global yang semakin cepat.
"Tren global saat ini adalah teknologi yang terus berkembang. Karena itu, kami ingin membantu negara-negara anggota untuk belajar, memahami, dan mengadopsi teknologi tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal," tuturnya.
Melalui forum di Surabaya itu, COMSATS dan ITS berharap lahir berbagai inisiatif kolaboratif baru yang dapat memperkuat kapasitas riset, inovasi, dan pengembangan teknologi di negara-negara Global South.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.