Moskow (ANTARA) - Perwakilan Greenland, Denmark, dan Amerika Serikat (AS) menggelar pertemuan rahasia di Washington, Kamis (28/5) untuk membahas kesepakatan mengenai hubungan di masa depan, menurut laporan stasiun televisi Denmark DR yang mengutip sejumlah sumber.
Menurut laporan tersebut, negosiator Denmark dan Greenland menegaskan dengan sangat jelas kepada perwakilan AS bahwa tidak akan ada pembicaraan mengenai pelepasan kedaulatan. Setelah kesepakatan tercapai, wilayah Greenland tidak akan menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Pertemuan itu dihadiri diplomat Denmark Jeppe Tranholm-Mikkelsen, perwakilan Greenland Mininnguaq Kleist, dan Michael Needham, yang pada Selasa ditunjuk sebagai deputi asisten presiden AS untuk keamanan nasional, lapor DR.
Para pihak juga membahas potensi kehadiran negara lain di Greenland, dengan secara khusus menyebut China, sementara Rusia sama sekali tidak disebutkan, kata sumber kepada DR.
Menurut sumber penyiar tersebut, Presiden AS Donald Trump “belum melupakan Greenland,” dan “posisi yang sangat jelas dan kuat” darinya terlihat dalam ruang negosiasi.
DR menambahkan bahwa kunjungan Utusan Khusus AS untuk Greenland Jeff Landry ke pulau itu pada 17 Mei tidak membantu proses negosiasi antara para pihak. Landry tiba di Greenland dan pada hari berikutnya mengatakan bahwa Trump mengirimnya untuk menjalin persahabatan.
Selama kunjungan Landry, utusan khusus AS itu bertemu Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen serta warga setempat guna mengidentifikasi peluang ekonomi bagi AS di Greenland.
Landry menggelar sejumlah pertemuan di pulau tersebut dan kemudian menyampaikan gambaran mengenai situasi serta keinginan masyarakat Greenland kepada media AS yang dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kenyataan, kata DR.
Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau tersebut seharusnya menjadi bagian dari AS.
Pemerintah Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak mengambil alih pulau itu, seraya menegaskan bahwa mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas wilayah mereka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026