Istanbul (ANTARA) - Sebuah rancangan nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat (AS) belum difinalisasi, bertentangan dengan laporan sejumlah media Barat, kata sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, Kamis (28/5).
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa sumber itu menyatakan laporan yang menyebut nota kesepahaman telah dirampungkan dan hanya menunggu pengumuman resmi dari kedua pihak “tidak mencerminkan kenyataan”, seraya menambahkan bahwa “teks tersebut belum difinalisasi”.
Sumber itu menambahkan bahwa Iran belum memberi tahu mediator Pakistan bahwa teks kesepakatan telah dirampungkan.
Ia mengatakan apabila kesepakatan tersebut nantinya benar-benar difinalisasi, Iran akan memberi tahu mediator Pakistan dan publik.
“Sampai saat itu, setiap narasi dari sumber-sumber Barat yang mengeklaim persoalan ini telah final tidak dapat dipercaya,” kata sumber tersebut seperti dikutip Tasnim.
Situs berita Axios, mengutip pejabat AS, melaporkan bahwa negosiator AS dan Iran telah mencapai kesepakatan awal mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan kerangka perundingan nuklir.
Laporan itu menyebut Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir terhadap nota kesepahaman tersebut, meskipun para negosiator dari kedua pihak sebagian besar telah menyelesaikan syarat-syarat kesepakatan.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026