Surabaya (ANTARA) - Idul Adha menjadi momentum ibadah kurban yang identik dengan tradisi berbagi daging kepada masyarakat. Banyak keluarga memanfaatkan momen tersebut untuk memasak dan menyajikan berbagai hidangan untuk dinikmati bersama keluarga.
Beragam olahan daging masih menjadi pilihan masyarakat saat Idul Adha, mulai dari masakan berkuah hingga sajian bercita rasa gurih dan kaya rempah.
Selain memilih menu yang cocok, cara mengolah daging juga perlu diperhatikan agar tidak berbau dan tetap empuk saat disantap.
Untuk mengurangi bau prengus pada daging kambing, penggunaan rempah seperti jahe, serai, daun jeruk, dan ketumbar dapat membantu menyamarkan aroma.
Daging juga sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum dimasak karena dapat membuat bau semakin kuat.
Sementara itu, agar daging tidak alot, proses memasak sebaiknya dilakukan dengan api kecil dalam waktu cukup lama supaya serat daging melunak secara perlahan.
Membungkus daging menggunakan daun pepaya atau melumurinya dengan parutan nanas selama beberapa menit juga kerap dilakukan untuk membantu mengempukkan tekstur daging.
Dengan pengolahan yang tepat, daging kurban dapat diolah menjadi sajian hangat bercita rasa khas Nusantara yang cocok dinikmati bersama keluarga saat Idul Adha.
Berikut sejumlah rekomendasi menu khas yang dapat menjadi inspirasi olahan daging kurban di rumah:
1. Gulai kambing
Gulai kambing dikenal sebagai masakan khas yang populer di Sumatera dan Jawa. Hidangan ini menggunakan daging kambing yang dimasak bersama santan dan aneka rempah seperti kunyit, ketumbar, jintan, serai, jahe, dan daun jeruk.
Kuah gulai memiliki tekstur kental dengan warna kuning kecokelatan. Rasanya gurih dengan aroma rempah yang kuat dan sedikit sensasi pedas.
Perpaduan santan dan bumbu membuat rasa daging lebih kaya sekaligus membantu mengurangi aroma prengus kambing.
Daging yang dimasak perlahan menghasilkan tekstur lembut dan mudah dikunyah. Gulai kambing umumnya disajikan bersama lontong atau nasi hangat.
2. Lontong kikil
Lontong kikil merupakan kuliner khas Jawa Timur yang cukup populer di Surabaya dan sekitarnya. Menu ini berbahan utama kikil sapi yang direbus dalam waktu lama hingga empuk lalu disajikan bersama lontong dan kuah kaldu gurih.
Kuah lontong kikil biasanya berwarna bening kekuningan dengan rasa gurih ringan dari bawang putih, merica, dan kaldu sapi. Beberapa penyajian dilengkapi sambal, jeruk nipis, dan taburan bawang goreng untuk menambah cita rasa.
Ciri khas utama hidangan ini terletak pada tekstur kikil yang kenyal namun lembut saat digigit. Perpaduan kuah hangat dan lontong membuat menu ini cocok disantap saat pagi maupun malam hari.
3. Sate
Sate menjadi menu favorit karena proses pembuatannya sederhana dan cocok dinikmati bersama keluarga.
Potongan daging sapi atau kambing dibumbui dengan rempah seperti bawang putih, ketumbar, dan kecap, kemudian dibakar hingga matang.
Aroma daging yang dibakar di atas bara api memberikan sensasi khas. Sate biasanya disajikan dengan bumbu kacang atau sambal kecap serta lontong sebagai pelengkap.
Selain itu, kegiatan membakar sate juga sering menjadi momen kebersamaan keluarga saat Idul Adha.
4. Rica-rica
Selain sate, rica-rica juga menjadi pilihan makanan yang cocok disajikan saat Idul Adha. Rica-rica merupakan olahan daging khas Nusantara, terutama dari daerah Manado, yang dimasak dengan bumbu cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, dan berbagai rempah lainnya.
Cita rasa pedas dan gurih pada rica-rica membuat hidangan ini banyak digemari masyarakat. Daging sapi atau kambing dimasak hingga empuk dan bumbu meresap, sehingga menghasilkan rasa yang kuat dan khas.
Rica-rica biasanya disajikan dengan nasi hangat. Selain memiliki rasa yang lezat, sate dan rica-rica juga menjadi cara memanfaatkan daging kurban agar tidak membosankan. Variasi olahan ini membuat masyarakat lebih menikmati hidangan Idul Adha tanpa merasa jenuh.
*) Rizky Widana dan Widya Chandrawati adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang melaksanakan Magang Magenta di Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
Pewarta: Rizky Widana, Widya ChandrawatiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.