Istanbul (ANTARA) - Wartawan Italia, Alessandro Mantovani, mengatakan bahwa ia dipukuli dan diborgol oleh pasukan Israel, setelah kapal yang ditumpanginya dicegat dalam perjalanan misi kemanusiaan Armada Global Sumud menuju Gaza.
Mantovani, yang adalah jurnalis harian Fatto Quotidiano dan anggota parlemen partai Gerakan Bintang Lima (M5S) Dario Carotenuto, telah kembali ke bandara Roma dengan penerbangan komersial dari Athena.
"Saya dipukuli, Dario Carotenuto dipukuli, dan yang lain dipukuli lebih parah daripada kami. Saya melihat orang-orang yang diduga mengalami patah tulang di lengan dan tulang rusuk mereka," kata Mantovani kepada Fatto Quotidiano, Kamis.
Ia menyebut operasi pemeriksaan kapal jauh lebih keras daripada sebelumnya.
Dia dan Carotenuto diborgol dan dirantai di pergelangan kaki setelah ditahan di sel dan sebelum dipindahkan ke Bandara Ben Gurion.
"Mereka mengambil celana saya, yang berisi dompet saya, dan tidak pernah mengembalikannya. Kemudian kami dipukuli, saya juga melihat perempuan dipukul. Ini terjadi karena Israel dilindungi oleh pemerintah separuh Eropa, termasuk pemerintah kita sendiri," ujar Mantovani.
Ia kemudian mengatakan pasukan Israel melancarkan dua kali tembakan selama penggeledahan, “dengan beberapa jenis peluru.”
Armada bantuan kemanusiaan Global Sumud mengatakan pada Selasa (19/5) bahwa seluruh 50 kapal dalam konvoinya telah dicegat oleh pasukan Israel.
Armada kapal yang membawa 428 orang dari 44 negara itu berangkat pekan lalu dari Distrik Marmaris di Turki dalam upaya terbaru untuk menembus blokade ilegal Israel yang diberlakukan di Jalur Gaza sejak 2007.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Yashinta DifaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026