Madiun (ANTARA) - Puluhan siswa dari jenjang SD hingga SMP di Kota Madiun, Jawa Timur antusias mengikuti pembinaan seni karawitan yang digelar oleh Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) setempat.
Pelatih karawitan Aditya Krisna di Madiun, Senin, mengatakan kegiatan pelatihan dan pembinaan karawitan tersebut menjadi upaya strategis untuk menggugah kembali minat sekolah dalam mengaktifkan ekstrakurikuler karawitan yang belakangan mulai ditinggalkan.
"Pembinaan karawitan ini untuk siswa SD dan SMP se-Kota Madiun, yang nantinya akan dilombakan agar anak-anak mencintai seni tradisional, khususnya karawitan," ujarnya.
Menurut dia, pembinaan tersebut tidak hanya sebagai persiapan lomba, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya. Ia berharap siswa tidak hanya bisa menabuh gamelan, tetapi juga mencintai seni tradisional yang sekarang mulai dilupakan oleh generasi muda.
"Pelatihan dan pembinaan ini tidak hanya untuk lomba, tetapi juga sebagai upaya mengenalkan serta melestarikan seni budaya tradisional karawitan yang mulai ditinggalkan oleh anak-anak muda," katanya.
Terdapat sebanyak 21 sekolah jenjang SD dan SMP yang mengikuti pembinaan tersebut secara bergantian, dengan empat sekolah dijadwalkan setiap harinya.
Namun, tantangan yang dihadapi kegiatan tersebut tidaklah mudah. Banyak peserta baru pertama kali mengenal gamelan, sehingga pelatih harus memulai dari dasar dalam waktu yang relatif singkat.
"Anak-anak sekitar 85 persen banyak yang belum bisa sama sekali dan harus bisa dalam waktu sekitar dua bulan sebelum dilombakan," katanya.
Keterbatasan waktu latihan juga menjadi kendala tersendiri. Sebab, setiap sekolah rata-rata hanya mendapat jadwal latihan satu kali dalam sepekan. Karena itu, pihak pelatih mendorong sekolah untuk melanjutkan latihan secara mandiri di sekolah masing-masing dengan pola yang sama.
Aditya menambahkan, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, antusiasme siswa tetap tinggi. Rencananya, lomba seni tersebut akan digelar pada bulan Juli mendatang, dengan melibatkan berbagai cabang kesenian lainnya.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026