Malang Raya (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menyiagakan 500 personel pengamanan gabungan untuk mengawal kelancaran peringatan Hari Buruh Internasional di kota itu pada Jumat (1/5).

Kepala Bagian Operasional Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan ratusan personel berasal dari kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga mitra keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah setempat.

"Perihal kesiapan untuk May Day 1 Mei 2026, kami telah menyiapkan kurang lebih 500 personel pengamanan gabungan," kata Wiwin.

Berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan oleh kepolisian, peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Malang diperkirakan akan diikuti 300 sampai 500 peserta.

Titik aksi diperkirakan tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang yang terletak di kawasan Alun-Alun Tugu.

Namun, sebelum ke lokasi tersebut massa aksi terlebih dahulu berkumpul di Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan.

Mobilisasi massa aksi Hari Buruh Internasional ke Alun-Alun Tugu diperkirakan berlangsung pada pukul 13.12 WIB.

Polresta Malang Kota memastikan seluruh elemen yang tergabung di dalam barisan massa aksi diberikan keleluasaan menyampaikan aspirasinya saat pelaksanaan acara peringatan tersebut berlangsung.

"Sesuai dengan arahan Bapak Kapolresta, setiap masyarakat atau elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi dipersilakan kami akan melayani," kata dia.

Kepolisian setempat juga telah mempersiapkan skema pengaturan arus lalu lintas kawasan Alun-Alun Tugu, dengan menyesuaikan terhadap perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

Dimungkinkan ruas jalan di lokasi aksi akan ditutup separuh, tetapi bisa juga dilakukan penutupan total.

Petugas dari Dishub dan personel Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota akan disiagakan di sana untuk mengatur kelancaran arus kendaraan bermotor.

Kepolisian setempat memastikan seluruh pola pengamanan agenda Hari Buruh Internasional tetap memprioritaskan pendekatan humanis dan persuasif.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026