Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia memprediksikan penjualan eceran di Surabaya pada Mei dan Agustus 2026 tetap positif.

"Responden memprakirakan kinerja penjualan eceran tetap positif pada Mei 2026 (tiga bulan mendatang) dan Agustus 2026 (enam bulan mendatang)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya, Jatim, Selasa.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Mei 2026 yang tercatat sebesar 143,9 meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya sebesar 162,2.

Penurunan itu seiring berakhirnya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah serta penyelenggaraan berbagai event tahunan di Surabaya.

Untuk IEP Agustus 2026 diprakirakan sebesar 167,1 atau meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 165,9.

Proyeksi tersebut sejalan dengan adanya momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta didukung oleh ekspektasi kelancaran distribusi dan kondisi cuaca yang kondusif.

Namun demikian, kinerja penjualan eceran ke depan berpotensi tertahan seiring meningkatnya ketidakpastian global terutama akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat mendorong kenaikan harga energi dan produk turunannya.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan harga sejumlah komoditas terkait dan pada akhirnya dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Sementara, untuk penjualan eceran di Surabaya pada Maret diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 525,2 atau tumbuh 13,6 persen (year-on-year/yoy) dan sedikit meningkat dibandingkan realisasi Februari 2026 sebesar 13,2 persen (yoy).

Secara bulanan, kinerja penjualan pada Maret 2026 diprakirakan meningkat sebesar 8,4 persen (month-to-month/mtm) atau lebih tinggi dibandingkan realisasi Februari 2026 sebesar 4,2 persen (mtm).



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026