Kami berharap proses administrasi satu setengah sampai dua jam selesai

Surabaya (ANTARA) - Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) menerima kedatangan dua kelompok terbang (kloter) gelombang pertama jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Probolinggo, Kota Malang dan Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Moh. As’adul Anam mengatakan jumlah JCH pada dua kloter tersebut masing-masing sebanyak 380 orang, dan proses penerimaan kedatangan jamaah berjalan lancar.

“Ini ada dua kloter, kloter 1 dan kloter 2 dari Kabupaten Probolinggo, satu jamaah Kota Malang dan satu jamaah dari Kota Surabaya dengan total 380 dikali dua, jadi 760 jamaah,” kata Anam saat ditemui wartawan di Asrama Haji Surabaya, Selasa.

Ia menjelaskan, proses administrasi yang dijalani jamaah calon haji meliputi pemeriksaan akomodasi, pembagian gelang identitas, paspor, termasuk aktivasi layanan Nusuk yang dilakukan di Gedung Mina untuk kloter 1, dan kloter 2 di Gedung Muzdalifah.

Menurut dia, kondisi kesehatan jamaah pada kloter awal tahun ini relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, yang ditandai dengan minimnya penggunaan kursi roda.

“Kalau kita lihat, yang menggunakan kursi roda sangat minim. Tahun-tahun sebelumnya bisa di atas 10 sampai 15 orang,” ucapnya.

Anam menambahkan, ketatnya proses pemeriksaan kesehatan atau istitha’ah membuat jumlah jamaah berisiko tinggi dan lansia menurun dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, ia memperkirakan ada sekitar 50 persen jamaah masih tergolong lanjut usia (lansia) dan masih butuh perhatian lebih.

Lebih lanjut, terkait pelayanan, Anam menyebutkan ada pembaruan berupa aktivasi Nusuk di asrama untuk mempercepat proses di Arab Saudi.

Selain itu, kata dia, pembagian biaya hidup (living cost) di Tanah Suci Mekkah sebesar 750 riyal juga dilakukan di lokasi yang sama.

Ia menargetkan, seluruh proses administrasi dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 hingga 2 jam, meskipun pada tahap awal masih terdapat sejumlah kendala teknis.

“Kami berharap proses administrasi satu setengah sampai dua jam selesai, namun karena ini kegiatan pertama, ada penyesuaian dengan berbagai pihak seperti imigrasi, Bea Cukai, perbankan, hingga syarikah,” ujarnya.

Anam menambahkan, jamaah calon haji dijadwalkan mulai meninggalkan kamar pada Rabu (22/4) dini hari sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandar Udara Juanda Surabaya.

Sementara itu, pihaknya juga mengingatkan jamaah untuk mematuhi ketentuan barang bawaan, seperti larangan membawa bahan berbahaya, narkoba, senjata tajam, serta pembatasan rokok maksimal dua slop dan power bank berkapasitas maksimal 10.000 mAh.

“Kalau ada temuan barang yang tidak sesuai ketentuan, akan kami keluarkan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang jamaah calon haji asal Kabupaten Probolinggo bernama Agus Prasetyo bersyukur bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Ia menjelaskan, setelah mendapat kepastian untuk dapat menunaikan ibadah haji, ia bersama istrinya langsung melakukan persiapan, salah satunya terkait fisik.

Selain itu, lanjutnya, barang bawaan juga telah dipersiapkan jauh-jauh hari sesuai arahan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Ia berharap, pelaksanaan ibadah haji yang dilakukannya bersama istri bisa berjalan lancar, termasuk keinginannya untuk berdoa di Tanah Suci Mekkah.

"Doa yang jelas untuk keluarga, ibu, bapak, anak, istri, semuanya. Jangan lupa kami doakan untuk Indonesia biar tenang," tuturnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026