Malang (AntaraJatim) - Mahasiswa asing dari delapan negara yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Malang memamerkan kuliner asal negaranya masing-masing melalui Festival Kuliner Asia-Eropa di kampus setempat, Rabu. Mahasiswa asing dari delapan negara yang mengikuti festival kuliner itu sebanyak 14 orang yang merupakan peserta beasiswa Darmasiswa yang diwadahi dalam program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Mereka berasal dari Prancis, Hongaria, Thailand, Vietnam, Myanmar, Polandia, Swedia, serta Filipina. "Festival kuliner bagi mahasiswa asing ini merupakan promosi budaya bagi mereka, sekaligus menjadi ajang tes kelancarannya dalam menggunakan Bahasa Indonesia karena pengunjung yang bertanya diwajibkan menggunakan Bahasa Indonesia," kata Ketua BIPA UMM Dr Arif Budi Wurianto. Sejumlah mahasiswa asing itu mengaku jika negaranya memiliki beragam makanan khas yang tidak kalah lezat dengan makanan tradisional Indonesia. Salah seorang mahasiswa asal Vietnam Nguyen Thi Thu Hang mengatakan, untuk festival kuliner ini, dirinya mengandalkan masakan Goi Cuo yang terbuat dari daun bawang, telur, udang, mentimun, bihun, saos kecap manis, kacang serta Banh Trang atau "paper rice". "Banh Trangnya saya bawa langsung dari Vietnam. Goi Cuo ini sangat sehat untuk sarapan," katanya, menambahkan. Mahasiswa asing lainnya, Thomas George dari Hongaria mengatakan, di negaranya juga banyak makanan enak yang bisa dinikmati wisatawan. "Negara kami memang kecil di daratan Eropa, tapi tidak kalah dengan negara lain kalau soal kuliner," tandasnya. Namun demikian, Thomas mengaku, walaupun banyak perbedaan antara masakan Hongaria dan Indonesia, dirinya sangat menyukai makanan Indonesia yang kaya rasa dan sangat nikmat (memanjakan lidah). Dalam festival kuliner khusus masakan Asia-Eropa itu mahasiswa menampilkan masakan khas masing-masing negaranya. Di antaranya Goi Cuo dan Cha Gio (sejenis lumpia), Com Dep Tron Dua, Cum Dep (sejenis ketan hijau) dari (Vietnam). Selain itu juga ada Piernit, Tamas, Paprikas Csirek (Hongaria), Macaroon (Prancis), Papaya Salad, Tom Yang Khung, Karee Chicken, Taptim Krob Rao Mit (Thailand), Manggo Float dari Filipina, Ta Min Lon Sek dari Myanmar, Apple Pie dari Swedia serta Ciasto Drozdzowe dari Polandia. Untuk mendapatkan bahan-bahan yang tidak ditemukan di Indonesia, mahasiswa asing tersebut mendapatkan jatah libur selama satu bulan untuk mencari bahan-bahan festival kuliner di negara asal masing-masing. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026