Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pasar Murah Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) bagi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Jember digelar untuk mengendalikan laju inflasi di kabupaten setempat.
"Kegiatan itu bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi di tingkat daerah," kata Area Manager Communication, Realtion & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi di Jember, Jatim, Kamis.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Jember Ratno Cahyo Sembodo dan dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Camat Patrang, Koramil Patrang, Polsek Patrang, Lurah Desa Gebang.
"Pasar murah di Kabupaten Jember menjadi yang ketiga yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbainus, setelah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro," tuturnya.
Dalam program itu, Pertamina menyediakan paket sembako senilai Rp211.000 yang dapat ditebus warga hanya dengan harga Rp30.000.
Paket sembako tersebut mencakup kebutuhan pokok harian yang terdiri dari beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter, kental manis, sarden, serta kecap manis bagi setiap keluarga penerima manfaat.
Ahad menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berimplikasi pada fluktuasi harga pangan maka Pertamina hadir sebagai aksi nyata Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang tidak hanya sebagai perusahaan di bidang transisi energi tetapi juga mendukung masyarakat prasejahtera di sektor pangan.
“Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan memberikan dampak positif langsung bagi ketahanan pangan di berbagai provinsi di Indonesia yang kali ini hadir bagi masyarakat prasejahtera di Jember,” katanya.
Satu hal yang unik dalam program itu adalah seluruh uang hasil penebusan sembako murah tidak akan masuk sebagai pendapatan perusahaan karena Pertamina berkomitmen mengembalikan dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial lainnya.
“Hasil penjualan paket itu akan kami salurkan kembali untuk perbaikan sarana ibadah, sarana prasarana desa, hingga santunan bagi yayasan sosial di sekitar lokasi acara. Jadi, dari masyarakat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan hadirnya pasar murah itu, Pertamina berharap dapat menjadi stimulus positif bagi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Jember dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan harga terjangkau.
Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jember Ratno Cahyo Sembodo dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif itu karena langkah itu sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menyediakan pangan terjangkau dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
"Terima kasih Pertamina atas kepedulian yang nyata bagi warga Jember. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN seperti itulah yang kami butuhkan untuk langsung menyentuh hingga akar rumput," katanya.
Selain meringankan beban dapur warga, lanjut dia, kegiatan itu merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal dan memastikan kesejahteraan masyarakat prasejahtera tetap terjaga.
Agar distribusi tepat sasaran, penerima manfaat ditentukan berdasarkan data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jember dengan prioritas penerima manfaat desil 1-4 di beberapa desa di Kecamatan Patrang yakni Kelurahan Gebang, Banjarsengon, Slawu dan Kelurahan Jemberlor.
Kegiatan itu berlangsung tertib dengan sinergi pengawalan aparat setempat, serta kolaborasi yang seluruh pemangku kepentingan khususnya di Kabupaten Jember, termasuk lembaga sosial, lembaga keagamaan dan yayasan.
Pewarta: Zumrotun SolichahUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026