Jakarta (ANTARA) - Petenis Polandia Iga Swiatek secara mulus mengawali musim lapangan tanah liat dengan kemenangan 6-2, 6-3 atas favorit tuan rumah Laura Siegemund di pertandingan pertamanya di Stuttgart Open, Stuttgart, Jerman, Kamis WIB.
Swiatek tiba di Stuttgart berbekal catatan karier 103-15 dan 10 gelar di lapangan tanah liat serta kemitraan baru dengan pelatih Francisco Roig, yang merupakan mantan pelatih legenda tenis Rafael Nadal.
"Meskipun saya pemain berpengalaman, ini masih hal baru bagi saya," kata Swiatek seusai pertandingan dikutip dari WTA.
Swiatek mengaku pergantian pelatih bukan hal yang kerap ia lakukan sepanjang karier. Kendati demikian, petenis berusia 24 tahun itu menekankan dirinya menyambut baik kehadiran perspektif baru dari penasihat teknis.
"Jadi saya pikir Anda perlu berpikiran terbuka dan mencoba menyerap pendekatan baru ini. Dan saya merasa dengan Francisco, kami memiliki pandangan yang sama dalam hal bagaimana saya harus bermain," katanya.
Tak hanya menyerap perspektif baru, Swiatek mengaku tugas terbesarnya adalah menerjemahkan segala masukan yang ia terima di atas lapangan.
"Jadi ini, saya pikir, akan membutuhkan sedikit lebih banyak waktu, tetapi idenya ada, sikap dan kerja kerasnya ada, jadi saya senang untuk memulai proses ini," ujarnya.
Dengan kemenangan itu, juara Stuttgart dua kali tersebut melaju ke perempat final keempatnya musim ini, di mana ia akan menghadapi pemenang pertandingan babak kedua antara unggulan keenam Mirra Andreeva dan Alycia Parks.
Ia akan berusaha mencapai semifinal pertamanya tahun ini dan mengakhiri rentetan empat kekalahan perempat final berturut-turut sejak Wuhan musim lalu.
Untuk saat ini, ia dapat mengambil hal positif dari kemenangan pertandingan pembuka di turnamen yang telah lama menjadi salah satu turnamen tersuksesnya.
"Saya sangat senang bisa kembali bermain di lapangan tanah liat, terutama di sini," kata Swiatek.
Secara khusus Swiatek menyanjung Siegemund yang tampil sarat inisiatif untuk mengubah tempo permainan.
"Justru sebaliknya, dengan banyak pukulan drop shot dan slice yang perlu Anda sesuaikan. Jadi saya senang bisa bermain bagus dan tetap fokus pada tugas saya," ujar unggulan ketiga itu.
Pendekatan menyeluruh tersebut membimbing Swiatek melalui pertandingan yang, pada beberapa momen, tidak sesederhana yang ditunjukkan oleh skor akhir.
Petenis peringkat empat dunia itu memulai dengan cepat, mempertahankan servisnya tanpa kehilangan poin untuk unggul 2-0. Ia memenangi 12 dari 15 poin pertama untuk membangun keunggulan 3-0.
Siegemund sempat membalikkan keadaan set tersebut dengan mempertahankan servisnya tanpa kehilangan poin dan mematahkan servis lawan untuk memperkecil ketertinggalan 2-3.
Namun Swiatek, berhasil kembali mengendalikan permainan dan unggul 4-2. menutup set dengan pukulan backhand winner.
Setelah lima kali mempertahankan servisnya secara beruntun di awal set kedua, Swiatek kembali menyerang lebih dulu, mematahkan servis lawan tanpa kehilangan poin untuk unggul 4-2.
Siegemund kembali membalas dengan mematahkan servis lawan untuk 3-4, tetapi reli petenis Jerman itu hanya berlangsung singkat karena Swiatek memenangi dua gim terakhir untuk menyelesaikan pertandingan.
Pewarta: Arindra MeodiaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026