Jakarta (ANTARA) - Petenis Amerika Jessica Pegula dan Madison Keys mengomentari langkah yang diambil Iga Swiatek untuk berlatih bersama legenda tenis Spanyol Rafael Nadal dalam mempersiapkan musim tanah liat.

Dalam siniar WTA "The Player's Box", Pegula mengatakan telah melihat video Swiatek berlatih dengan Nadal dan pelatih barunya Francisco Roig, yang merupakan mantan pelatih Nadal, di media sosial.

"Saya rasa itu sempurna untuk Iga. Saya melihat cuplikan mereka di lapangan tanah liat, dan saya langsung berpikir, 'Ini buruk untuk semua orang.'," kata Pegula, yang baru saja meraih gelar Charleston Open kedua berturut-turut, dikutip dari WTA, Kamis.

Pernyataan tersebut ditimpali oleh Keys dengan tertawa gugup bersama pembawa acara Jennifer Brady dan Desirae Krawczyk.

"Saya langsung berpikir, 'Ya Tuhan'. Hal terakhir yang kita butuhkan dari Iga adalah Rafa di lapangan tanah liat,'" tambah Madison Keys.

Pasangan Swiatek-Nadal berarti total 18 gelar French Open.

Keempatnya setuju bahwa jika mereka berada di posisi Swiatek, mereka akan gugup dan cemas saat bermain dengan pemain hebat sepanjang masa itu di lapangan tanah liat.

"Saya sangat menyesal saya tidak melakukannya dengan benar," Pegula membayangkan akan mengatakan itu kepada juara Grand Slam 22 kali tersebut ketika tidak melakukan pukulan dengan benar.

Swiatek ingin meningkatkan performanya untuk musim lapangan tanah liat, dan mungkin menemukan inspirasi setelah kalah di pertandingan pembuka di Miami dan berpisah dengan pelatih Wim Fissette.

Dia kemudian berlatih di markas idolanya, Rafa Nadal Academy. Di sana, juara Grand Slam enam kali itu berlatih menjelang turnamen lapangan tanah liat pertamanya tahun ini di Stuttgart.

Ajang WTA 500 Stuttgart pekan depan menjadi pembuktian bagi petenis No.4 dunia itu apakah waktu yang dihabiskan bersama Nadal, dan kemitraan baru dengan Roig, akan memberikan hasil langsung bagi Swiatek, yang baru saja mengalami salah satu kekalahan mengejutkan terbesar dalam kariernya.

Sebelum kalah dari Magda Linette di Miami Open, ia telah memenangi 73 pertandingan babak pertama berturut-turut sejak 2021.

Untungnya bagi Swiatek setelah kekalahan itu, ia kembali ke lapangan tanah liat, tempat ia paling nyaman dan paling sukses dalam kariernya.

Setelah Stuttgart, di mana Swiatek adalah juara dua kali, ia akan bermain di dua turnamen WTA 1000 berturut-turut di Madrid dan Roma.



Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026