Sampang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur bersama Pertamina mencegah penyalahgunaan LPG bersubsidi tabung ukuran 3 kilogram dengan melakukan pemantauan langsung ke agen dan pangkalan di wilayah itu.
Menurut Analis Kebijakan Muda pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Sampang Abd Barri, langkah itu dilakukan menyusul adanya keluhan dari masyarakat tentang kelangkaan LPG 3 kilogram.
"Hasil koordinasi kami dengan pihak Pertamina menyebutkan bahwa pasokan LPG 3 kilogram atau LPG bersubsidi dari Pertamina tetap, akan tetapi kelangkaan terjadi di masyarakat. Karena itu, kami melakukan pengawasan bersama untuk mengetahui penyebab kelangkaan tersebut," katanya di Sampang, Sabtu.
Barri menjelaskan, pengawasan dilakukan di sejumlah titik pangkalan di kecamatan Kota Sampang dalam sepekan terakhir ini.
Hasilnya diketahui bahwa kelangkaan LPG 3 kilogram itu, karena kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat pada saat Ramadhan, hingga Lebaran dan pasca Lebaran.
"Peningkatan kebutuhan pasca Lebaran, karena banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, seperti pernikah," katanya.
Secara terpisah Area Manager Communication, Relations and CSR Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara) Ahad Rahedi menyatakan, pihaknya telah mengarahkan agen LPG 3 kilogram untuk memprioritaskan penyaluran ke wilayah-wilayah dengan peningkatan konsumsi yang tinggi atau yang terindikasi mengalami kekosongan stok. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan distribusi.
"Hasil klarifikasi kami dengan pihak agen menyebutkan bahwa kelangkaan LPG bersubsidi 3 kilogram itu, karena memang terjadi peningkatan konsumsi," katanya.
Rahedi menjelaskan, untuk memperkuat ketersediaan, pihaknya mulai melakukan penyaluran tambahan sebanyak 50 tabung ke masing-masing agen.
"Upaya ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan merata," katanya.
Selain memprioritaskan distribusi pada wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi, pihak agen juga diimbau untuk mengutamakan penyaluran kepada konsumen rumah tangga agar distribusi lebih tepat sasaran.
Sebelumnya warga di sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Kota Sampang mengeluhkan kelangkaan LPG bersubsidi 3 kilogram di kios dan agen hingga menyebabkan harga jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Padahal HET LPG 3 kilogram yang ditetapkan pemerintah Rp18 ribu per tabung.
Pewarta: Abd AzizEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026