Gresik - Pemerintah pusat akan mempercepat pembangunan Bendung Gerak Sembayat di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk mencegah luapan air Bengawan Solo.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Selasa, mengatakan keberadaan BGS sangat mendesak sebab bisa menjadi solusi mengatasi banjir di beberapa daerah yang dilalui aliran Bengawan Solo, seperti Kabupaten Bojonegroro, Tuban dan Gresik.
"Pemerintah akan terus mendorong percepatan pembangunan BGS, dan kita targetkan pembangunan rampung pada 2015," kata Djoko dalam kunjungannya di Kabupaten Gresik.
Selain diharapkan menjadi solusi penanggulangan banjir di daerah aliran Bengawan Solo, BGS juga diharapkan membantu ketersediaan air bersih bagi warga Kabupaten Gresik dan sekitarnya.
"Pembangunannya kini sudah selesai 20 persen dari total pengerjaan proyek, dan luas lahan yang disediakan untuk pembangunan BGS mencapai 74 hektare," katanya.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Kabupaten Gresik, M Jusuf Anshori, yang juga pelaksana pembangunan mengatakan pembangunan BGS akan menghabiskan total anggaran senilai Rp1,2 triliun.
Pemkab Gresik selaku pelaksana di daerah, kini telah membebaskan lahan 63 persen dari total lahan di wilayah Sidomukti, Kecamatan Bungah, serta 1,8 hektare di Desa Padang Bandung, Kecamatan Dukun.
Sementara Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim mengaku pemkab terus berupaya maksimal dalam menuntaskan pembangunan BGS, termasuk menyelesaikan persoalan pembebasan tanah yang sempat menjadi kendala.
Ia menjelaskan, pendanaan pembangunan akan menggunakan anggaran dari APBN sebesar 50 persen, APDB Pemprov Jatim 25 persen, serta APBD Kabupaten Gresik sebesar 25 persen.
"Kami harapkan target selesai pada tahun 2015 bisa terwujud, karena kebutuhan BGS sangat mendesak dalam mengatasi banjir yang setiap tahun terjadi di Gresik dan sejumlah daerah hilir Bangawan Solo," katanya.(*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.