Gresik - Puluhan rumah di empat desa di Kabupaten Gresik, yakni Desa Bungah, Sidomukti, Mojopuro, dan Sungonlegowo, Selasa, terendam banjir akibat meluapnya air Bengawan Solo yang melintasi kawasan itu.
Selain merendam puluhan rumah, banjir juga memutus akses jalan antardesa sehingga melumpuhkan aktivitas warga.
"Banjir merendam sekitar 26 rumah di Desa Bungah dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter, sehingga melumpuhkan aktivitas warga desa karena akses jalan antardesa tergenang air," kata salah satu warga Desa Bungah, Abdurachim.
Menurut ia, meluapnya aliran Bengawan Solo yang melintas di Kecamatan Bungah, diakibatkan tingginya curah hujan di wilayah Gresik dan Kabupaten Bojonegoro.
"Hal ini mengakibatkan peningkatan debit air Bengawan Solo, sehingga meluap dan mengakibatkan banjir," katanya.
Abdurachim khawatir banjir yang terjadi di desanya akan semakin besar, karena curah hujan yang masih tinggi dan rapuhnya tanggul di wilayah Bengawan Solo, khususnya yang melintasi kawasan desanya.
Sementara warga lainnya, Slamet Effendi, menambahkan banjir yang terjadi dikhawatirkan bisa menimbulkan datangnya sejumlah penyakit kulit, apalagi hingga kini belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gresik.
"Saya khawatir, penyakit akibat banjir itu menyerang anak-anak, sebab mereka tidak mengetahui bahaya banjir," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Hari Sucipto mengatakan antisipasi dalam menangani banjir di wilayah Bungah adalah dengan melakukan koordinasi sejumlah petugas BPBD Bojonegoro untuk melihat debit air Bengawan Solo.
Koordinasi dilakukan untuk melihat perkembangan setiap detiknya debit air Bengawan Solo yang juga melalui kawasan Gresik, seperti Dukun, Bungah, Manyar serta Ujung Pangkah.
Sementara itu, beberapa daerah hilir Jatim yang perlu diwaspadai terkait meluapnya Bengawan Solo adalah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan serta Gresik. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.