Madiun (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Pangan Polres Madiun Kota memperketat pengawasan distribusi dan penjualan bahan pokok di pasaran yang rawan diselewengkan seiring tingginya permintaan saat memasuki bulan Ramadhan hingga Lebaran 2026.

Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riadi di Madiun, Kamis mengatakan pengawasan terpadu selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah terus dilakukan guna memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terkendali di wilayah Kota Madiun.

"Kita ada satgas pangan di Satreskrim yang mana tiap hari melakukan pengecekan harga dan pasokan, apakah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar AKP Agus saat kegiatan pemantauan bahan pokok bersama Bapanas dan Bulog di Pasar Besar Madiun, Kamis.

Menurutnya, pengawasan ketat dilakukan guna mengantisipasi penyelewengan, dalam artian tidak ada penimbunan ataupun pengoplosan komoditas yang dilakukan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang merugikan konsumen.

"Tatkala ada pelanggaran yang kita temukan di lapangan, maka akan dilakukan prosedur penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku," kata dia.

Ia mengatakan secara umum hasil dari pengecekan bahwa stok bahan pokok di Pasar Besar Kota Madiun dan sejumlah pasar lainnya dalam kondisi aman dan mencukupi. Pasokan atau distribusi barang terpantau aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan di tingkat pedagang maupun distributor.

"Dalam pengecekan tersebut, tim memantau langsung melihat harga sejumlah komoditas seperti beras, cabai rawit, daging, telur ayam, gula, hingga minyak goreng. Kami pastikan stok sembako aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan Satgas Pangan Polres Madiun Kota terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026