Pasuruan - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan akan bersikap netral dengan tidak mendukung salah satu calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pasuruan pada 3 Maret mendatang.
Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Sonhaji Abdussomad, Senin mengatakan, sikap politik NU ini sebagai upaya menjaga ukhuwah di antara warga nahdliyin, sebab tidak dipungkiri bahwa nahdliyin cukup dominan di Pasuruan karena NU mempunyai kedekatan dengan PKB, PKNU dan PPP.
"PCNU memang mempunyai kedekatan emosi, karena itu kami tegaskan NU tidak ikut dalam politik praktis atau netral dalam Pilkada Maret 2013 nanti," kata KH Sonhaji Abdussomad.
Meski demikian, pihaknya tidak melarang warga nahdliyin untuk terlibat dalam pencalonan pada pilkada. Setiap warga negara punya hak untuk mencalonkan diri, baik sebagai calon bupati maupun wakil bupati.
"Secara keorganisasian PCNU tidak pernah memberikan dukungan calon tertentu, tapi kami secara kelembagaan memberikan kebebasan kepada warga untuk menentukan pilihan dalam pilkada. Jika melarang, kami melanggar hak pribadi sebagai WNI," tegasnya.
Pilkada Kabupaten Pasuruan diikuti enam pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni Eddy Paripurna - Bambang Pujiono yang diusung DI-P dan koalisi partai nonparlemen, lalu pasangan Udik Djanuantoro - Joko Cahyono diusung Partai Golkar.
Selain itu, pasangan Anwar Sadad - Dade Angga diusung PKNU dan PKS, kemudian pasangan Irsyad Yusuf - Riang Kulup Prayuda diusung PKB dan Partai Demokrat.
Berikutnya, pasangan Muzammil Syafi'i - Juraida yang berangkat dari perorangan, serta pasangan Kelana Aprilianto - Agus Asyari yang diusung Partai Gerindra dan PPP. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.