Saya lebih suka saat babak pertama
Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku kecewa karena timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Dewa United pada pekan ke-19 BRI Liga 1 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam.
“Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” kata Tavares saat konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Pelatih asal Portugal itu menilai, hasil tersebut merugikan Persebaya karena timnya unggul jumlah pemain sejak awal babak kedua, namun tidak mampu mengonversi situasi tersebut menjadi kemenangan.
Tavares juga menyoroti penurunan kecepatan sirkulasi bola pada babak kedua, sehingga Persebaya kesulitan membongkar pertahanan Dewa United yang bermain lebih bertahan.
“Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” ujarnya.
Menurut Tavares, lambatnya aliran bola membuat lini belakang lawan memiliki cukup waktu untuk menutup ruang.
"Saya lebih suka saat babak pertama. Berbeda dengan permainan babak pertama yang lebih dinamis melalui operan cepat dan pergerakan overlap," tuturnya.
Sementara itu, kapten tim Persebaya Bruno Moreira juga mengakui hasil imbang tersebut belum sesuai harapan tim dan pendukung.
“Ini bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang dan mengharapkan tiga poin, tetapi kami harus menemukan cara yang lebih baik untuk mencetak gol,” ujar Bruno.
Bruno memastikan dirinya tidak dapat tampil pada laga tandang melawan Bali United akibat akumulasi kartu kuning.
“Saya pikir saya tidak bisa bermain di sana karena akumulasi kartu. Namun, saya mendoakan yang terbaik bagi rekan-rekan untuk mendapatkan tiga poin kembali,” katanya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026