Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya

Surabaya (ANTARA) - Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink memuji mentalitas dan kedisiplinan taktik timnya usai menahan imbang Persebaya Surabaya 1-1 dalam pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu malam.

“Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan 11 pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain,” kata Riekerink saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Minggu malam.

Ia menilai kartu merah yang diterima salah satu pemainnya menjadi momen krusial yang membuat laga berjalan jauh lebih sulit, namun sekaligus menjadi ujian mental bagi seluruh skuad Dewa United.

Kondisi tersebut, kata dia, memaksanya melakukan penyesuaian taktik, khususnya dengan menurunkan garis pertahanan lebih dalam untuk meredam tekanan tuan rumah pada babak kedua.

Selain itu, Riekerink menginstruksikan lini belakang untuk bermain lebih rapat dan menutup ruang di area pertahanan sendiri.

"Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya," ucapnya.

Riekerink menambahkan hasil imbang di GBT menjadi modal penting bagi timnya dalam proses membangun konsistensi permainan, seraya menilai mentalitas dan disiplin yang ditunjukkan pemain akan berdampak positif dalam jangka panjang.

Menurut pelatih asal Belanda itu, performa tersebut menunjukkan perkembangan Dewa United dalam menghadapi situasi sulit dan menjadi fondasi untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi.

"Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya," tuturnya.

Sementara itu, pemain Dewa United Alta Ballah mengakui berlaga dengan kekurangan jumlah pemain membuat pertandingan berlangsung sangat berat, terutama menghadapi tekanan berkelanjutan dari tuan rumah.

“Pertandingan sangat sulit bagi kami, apalagi setelah kartu merah, tetapi kami bersyukur masih bisa mendapatkan satu poin,” katanya.

Selain senang mendapatkan satu poin, ia juga merindukan bermain di Stadion GBT yang menjadi markas mantan timnya.

Bahkan, lanjutnya, anak dari pesepak bola asal Liberia Anthony Jomah Ballah itu juga rindu bernyanyi lagu kebanggan Persebaya yakni Song For Pride di GBT.

"Persebaya adalah mantan tim saya. Saya diberikan banyak kesempatan dan belajar banyak saat bermain di tim ini. Dan saya pikir itulah mengapa saya ikut bernyanyi tadi. Karena saya merindukannya," ujarnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026