Gresik - Rencana pembangunan Stadion Lengis yang terletak di Gunung Lengis, Kabupaten Gresik, diprotes puluhan warga yang tergabung dalam Forum Kota (Forkot) Gresik, Kamis. Aksi protes puluhan warga, dilakukan dengan membawa sejumlah spanduk dan mendatangi Kantor Bupati Gresik yang berada di Jalan Wahidin Sudirohusodo. "Pembangunan Stadion Lengis hanyalah kehendak segelintir kelompok untuk menyejahterakan dirinya sendiri, bupati selalu beralasan pembangunan stadion menyejahterakan rakyat. Padahal, uang rakyat senilai Rp230 miliar habis untuk segelintir kelompok," kata koordinator aksi, Yuyun Wahyudi. Dikatakannya, rencana pembangunan harus dihentikan, sebab tidak berpihak pada masyarakat kecil yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. "Kami minta seluruh proses lelang stadion dihentikan, karena telah menyalahi poin MoU awal antara DPRD dengan pemkab, dan kami mendesak polisi serta kejaksaan mengusut indikasi korupsi dalam perencanaan atau proses lelang stadion," katanya. Menanggapi aksi itu, Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendra Wijaya mennaku, rencana pembangunan Stadion Lengis sudah berjalan, dan tidak bisa dihentikan. "Rencana pembangunan stadion itu sudah berjalan dengan baik, dan tidak bisa dihentikan begitu saja," katanya. Sementara aksi protes yang berlangsung hingga sore hari itu berakhir dengan damai, meski puluhan warga sempat melakukan aksi jalan kaki menuju Terminal Bunder dan membuat jalur Lamongan-Gresik macet hingga satu jam. Sebelumnya, Pemkab Gresik menyiapkan lahan seluas 13 hektare di kawasan Gunung Lengis untuk dijadikan stadion. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik, HTH Sianturi mengatakan, stadion dengan standar internasional itu akan dibangun dengan menggunakan dana "sharing" sebesar Rp230 miliar. "Kapasitas stadion direncanakan mencapai 50 ribu tempat duduk, dan dalam pembangunannya kami minta anggaran Rp200 milyar ke pemerintah pusat, dalam hal ini adalah menteri olahraga," katanya. Stadion nantinya berbentuk "damar kurung" atau menyerupai lampu lampion, sehingga jika dilihat dari atas stadion tidak berbentuk oval biasa, namun bundar mirip lampion. Bentuk lampion damar kurung itu terinspirasi dari karya seni lukis warga Gresik, yakni Mbah Masmundari, yang telah diakui sebagai hasil karya seni lukis Internasional, dan telah dipamerkan di Jerman.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026