Kita berharap setelah adanya kesepakatan nama stadion ini, jangan sampai ada lagi pro dan kontra terkait nama tersebut, dan kini pembangunan stadion ini sudah masuk tahap dua pertiga dari total rencana keseluruhan awal
Gresik (Antara Jatim) - Sejumlah masyarakat Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang terdiri dari ulama, kiai, budayawan serta unsur olahragawan menyepakati nama stadion baru di wilayah itu dengan nama Gelora Joko Samudro.

"Kita berharap setelah adanya kesepakatan nama stadion ini, jangan sampai ada lagi pro dan kontra terkait nama tersebut, dan kini pembangunan stadion ini sudah masuk tahap dua pertiga dari total rencana keseluruhan awal," ucap Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, di Gresik, Senin.

Sambari mengatakan, sebelumnya terjadi pro kontra di masyarakat Gresik terkait nama stadion yang berada di Jalan Veteran wilayah itu, sehingga Pemkab Gresik memberikan kesempatan mediasi pertemuan antarperwakilan warga.

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu muncul beberapa nama yang kesemuanya mengarah kepada sebutan lain dari Kanjeng Sunan Giri, yakni salah satu wali yang menyebarkan Agama Islam di Nusantara.

Nama-nama yang muncul antara lain Stadion Prabu Satmoto, Stadion Joko Samudro, Stadion Ainul Yakin, Stadion Raden Paku, Stadion Sunan Giri, Stadion Sultan Abdul Faqih, Stadion Gunung Lengis serta Gelora Joko Samudro.

"Saya memberi kesempatan kepada semua peserta pertemuan untuk menentukan nama stadion, dan akan menjadi nama stadion kebanggaan warga Kabupaten Gresik," tuturnya.

Kemudian, mayoritas peserta pertemuan dari total 50 peserta menyepakati stadion yang selama ini disebut Gunung Lengis menjadi Gelora Joko Samudro.

"Para perwakilan masyarakat Gresik yang hadir seperti Ulama, Kiai perwakilan NU dan Muhammadiyah, Seniman dan Budayawan serta unsur olahragawan baik dari PSSI, perwakilan suporter Gresik serta dari KONI dan beberapa pihak lain telah menyepakati nama Gelora Joko Samudro," ungkapnya.

Menurut Sambari, setelah adanya nama tersebut Pemkab Gresik berencana menggelar pembukaan awal stadion tersebut pada 9 September 2015.

"Setelah adanya nama, kami juga berencana membangun masjid di sekitar stadion ditambah fasilitas yang lain. Rencananya tahun 2016 pembangunan masjid itu akan dimulai," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik, Bambang Isdianto mengatakan proses pembangunan stadion sudah sesuai rencana, seperti pemasangan rumput yang dilakukan secara vertikal.

Ia mengatakan, stadion dibangun dengan kapasitas 23 ribu tempat duduk, dan merupakan implementasi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2011-2015.

Bentuk stadion, seperti "damar kurung" atau menyerupai lampu lampion, sehingga jika dilihat dari atas stadion tidak berbentuk oval biasa, namun bundar mirip lampion.

"Bentuk lampion ini terinspirasi dari karya seni lukis warga Gresik, yakni Mbah Masmundari, yang telah diakui sebagai hasil karya seni lukis Internasional, dan telah dipamerkan di Jerman," katanya.(*)


Pewarta: Abdul Malik Ibrahim
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026