Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 200 pengemudi becak lanjut usia di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan meringankan beban kerja masyarakat usia senja.
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang juga Presiden Becak Listrik Indonesia Nanik Sudaryati Geyang mengatakan program becak listrik merupakan wujud kepedulian Presiden, khususnya bagi tukang becak lansia yang masih harus mengayuh becak untuk mencari nafkah.
"Presiden merasa prihatin melihat masih banyak warga Indonesia di usia lanjut yang bekerja keras menarik becak. Dari rasa kasih sayang itulah program becak listrik ini dijalankan," kata Nanik, di Trenggalek, Minggu.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara bersama Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik Sudaryati Geyang di Pendopo Manggala Praja Nugraha, kepada pengemudi becak lansia di wilayah setempat.
Ia menjelaskan penyaluran becak listrik di Trenggalek telah dimulai sejak 2024 sebagai tahap awal. Pada saat itu, sebanyak 26 unit becak listrik telah dibagikan sebagai uji coba sebelum program dijalankan secara lebih terorganisasi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
"Hari ini merupakan tahap lanjutan dengan penyaluran 200 unit becak listrik. Ke depan, penyaluran akan terus dilakukan menyesuaikan data penerima dari pemerintah daerah," ujarnya.
Nanik menambahkan sasaran utama penerima bantuan adalah pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas. Namun demikian, penyaluran secara bertahap akan diupayakan menjangkau seluruh pengemudi becak sesuai kemampuan program.
Terkait pengisian daya, ia menyebut becak listrik dapat diisi ulang menggunakan daya listrik rumah tangga berkapasitas 450 watt.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi titik pengisian daya di kantor kecamatan maupun fasilitas publik lainnya.
Untuk mencegah adanya pengalihan kepemilikan becak listrik bantuan Presiden Prabowo itu, Nanik menegaskan pentingnya pengawasan bersama antara pemerintah daerah dan aparat terkait.
Ia mengungkapkan pada penyaluran sebelumnya sempat terjadi kasus becak listrik yang dijual kembali oleh pihak keluarga penerima.
"Kami titipkan pengawasan kepada pemerintah daerah agar becak listrik ini benar-benar dimanfaatkan oleh penerima dan tidak diperjualbelikan," katanya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026