Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton menuturkan bahwa Ottawa membidik perluasan kerja sama sektor agrifood dengan Jakarta seiring penandatanganan kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
“Kedua negara kita memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Keahlian Kanada dalam teknologi pertanian dan praktik berkelanjutan, serta sektor agrifood Indonesia yang dinamis dan pengaruh regional yang terus berkembang,” kata Dutton dalam acara ‘Canada-In-Asia: Momentum Jakarta’ di Jakarta, Rabu.
Dutton menyampaikan bahwa Kanada telah mendirikan Kantor Pertanian dan Agrifood Indo-Pasifik (IPAAO) di Filipina yang menjadi bentuk komitmen untuk memperluas kerja sama agrifood, di mana Indonesia menjadi salah satu pilar.
Ia menegaskan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu mitra utama Kanada di sektor agrifood. Pada tahun 2024, Kanada mengekspor lebih dari 1,2 miliar dolar AS (Rp20 triliun) produk agrifood dan hasil laut ke Indonesia.
Sedangkan komoditas Kanada seperti gandum, kedelai, dan potash (bahan baku pupuk) membantu memenuhi kebutuhan pangan yang terus berkembang dan mendorong aktivitas pertanian.
Melalui ICA-CEPA, lanjut Dutton, landasan bagi pengembangan kerja sama dagang, termasuk sektor agrifood juga menjadi semakin berkembang. Setelah diimplementasikan, ICA-CEPA akan memberikan perlakuan tarif preferensial termasuk menjamin akses bebas bea untuk gandum Kanada dan produk pertanian lainnya.
Setelah sepenuhnya berlaku, lebih dari 95% persen ekspor Kanada ke Indonesia akan memperoleh perlakuan tarif preferensial, menjadikan produk Kanada semakin kompetitif, serta mewujudkan perdagangan yang berjalan dua arah.
“Sekarang tugas kita semua untuk memaksimalkan manfaat dari hubungan tersebut. Dan saya yakin kita akan mewujudkannya bersama Anda semua dalam bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang,” ucap Dutton.
Hadir pada acara yang sama, Asia Regional Director, Asia Pacific Foundation of Canada (APF Canada), Barrett Bingley, menyampaikan bahwa sektor agrifood merupakan bidang di mana Kanada dan Indonesia sudah memiliki rekam jejak kerja sama yang sukses, sekaligus memiliki potensi besar, terutama dalam kerangka ICA-CEPA.
“Terdapat banyak bidang berbeda untuk membangun kemitraan yang lebih mendalam, baik dalam aspek pembangunan maupun komersial, guna membantu Indonesia mencapai target nasionalnya,” ucapnya.
Terkait kemitraan ICA-CEPA, dirinya menambahkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah Kanada, paket ekonomi dan teknis senilai 25 juta dolar AS (Rp417 miliar) dengan pendanaan yang dialokasikan selama lima tahun akan digunakan untuk mendukung penguatan Usaha Kecil dan Mikro (UKM) Indonesia.
Adapun penandatanganan ICA-CEPA disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Ottawa pada 24 September lalu. Kedua negara menargetkan agar perjanjian tersebut dapat diratifikasi pada 2026.
Kanada bidik perluasan kerja sama agrifood dengan Indonesia
Rabu, 10 Desember 2025 16:05 WIB
Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton dalam acara ‘Canada–In-Asia: Momentum Jakarta’ di Jakarta, Rabu (10/12/2025). (ANTARA/Kuntum Riswan.)
