Jember - Stok daging sapi di Kabupaten Jember aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten setempat, meski sejumlah daerah mengalami kekurangan stok daging sapi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jember, Siti Nurul Hayati, Jumat, mengatakan jumlah hewan yang dipotong di 13 rumah pemotongan hewan (RPH) di Jember setiap bulannya sebanyak 700 ekor sapi, 1.500 ekor domba, dan 700 ekor kambing.
"Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jember dan belum ada laporan tentang kurangnya stok daging di sejumlah pasar tradisional," tuturnya.
Kendati demikian, lanjut dia, ia mengakui bahwa terjadi penurunan jumlah sapi yang dipotong di RPH karena harga sapi di pasaran cukup mahal.
"Turunnya jumlah sapi yang dipotong di RPH tidak menjadi alasan jumlah produksi daging tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, meskipun stok daging di pasar tradisional berkurang," tuturnya.
Tingginya harga sapi potong, lanjut dia, membuat para jagal sapi enggan memotongkan hewan ternaknya karena merugi seiring harga daging sapi naik yang menyebabkan sepi pembeli, namun hal itu tidak menyebabkan kelangkaan daging sapi seperti yang terjadi di Jakarta.
Data di Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan mencatat produksi daging pada tahun 2010 sebesar 14. 610 ton, sedangkan tahun 2011 meningkat menjadi 14.725 ton.
"Saya prediksi produksi daging tahun ini juga meningkat dan jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Jember dengan rata-rata 7,4 kilogram per kapita per tahunnya," ujarnya.
Nurul mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan isu kelangkaan daging sapi di Jember karena stok daging di pasar tradisional dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun nanti.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.