Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo mendapatkan kompensasi lahan seluas 350 hektare dari Kementerian Pertahanan sebagai pengganti lahan Perkebunan Banongan yang rencananya dibangun bandara dan fasilitas militer untuk meningkatkan pertahanan negara.
Pemkab Situbondo menghibahkan lahan seluas 306 hektare di Perkebunan Banongan, Kecamatan Asembagus, kepada Kementerian Pertahanan untuk mendukung kegiatan pertahanan negara.
"Bentuk kesepakatan ini saling menghibahkan, pemda hibahkan lahan 306 hektare dan Kementerian Pertahanan memberikan kompensasi hibah lahan seluas 350 hektare di kawasan objek Wisata Bahari Pasir Putih," kata Direktur Fasilitas dan Jasa Direktorat Jenderal Kekuatan dan Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Dwi Hariyono usai penandatanganan nota kesepakatan pemanfaatan barang milik daerah di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu.
Namun demikian, jelas Hariyono, kompensasi lahan pengganti itu membutuhkan waktu karena lokasi lahan berada di kawasan hutan dan perlu proses pelepasan dari Kementerian Kehutanan.
Selain kompensasi lahan pengganti pembangunan proyek strategis nasional untuk pertahanan negara, Kementerian Pertahanan juga memberikan kompensasi kepada pekerja di Perkebunan Banongan.
"Jadi, dalam hal ini pemerintah daerah dan masyarakat mendukung pembangunan daerah, latihan militer untuk meningkatkan pertahanan negara. Dampak sosial maupun ekonomi bagus nantinya dan di sana juga menjadi sarana edukasi," katanya.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan nilai investasi proyek pembangunan bandara dan fasilitas militer mencapai sekitar Rp1,6 triliun atau setara APBD Kabupaten Situbondo.
"Dengan nilai investasi tersebut, tentu akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi di Situbondo," katanya.
Rio juga menyampaikan bahwa proses pembangunan fasilitas militer di wilayah timur Situbondo itu akan melibatkan masyarakat setempat, baik tenaga kerja maupun material bangunan.
"Perlu kami sampaikan juga bahwa pekerja di Perkebunan Banongan nantinya mendapatkan kompensasi satu ekor sapi dan satu ekor kambing per orang," ujarnya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026