Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur membantu pelaksanaan pembangunan 42 rumah layak huni di daerah setempat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2025.
"Prioritas program penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni kali ini adalah kepada wali atau orang tua siswa Sekolah Rakyat (SR)," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Muharram di Pamekasan, Minggu.
Ia menjelaskan program BSPS tahun ini berbeda dengan sebelumnya.
Sebelumnya, ujar dia, program BSPS menyasar semua kalangan masyarakat yang masuk kategori miskin dan kurang mampu serta memiliki tempat tinggal yang tidak layak huni.
"Tahun ini yang diprioritaskan adalah orang tua siswa Sekolah Rakyat, dan program bantuan ini merupakan program pendukung atau penopang program SR yang memang dicanangkan langsung oleh Presiden melalui Kementerian Sosial," katanya.
Saat ini, kata dia, program bantuan tersebut telah memasuki verifikasi lapangan oleh petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
"Kalau data calon penerima bantuan, kami langsung berkoordinasi dengan kepala SR di Pamekasan," katanya.
Nilai bantuan program BSPS tahun ini Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang, sehingga total bantuan per rumah Rp20 juta.
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025