Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat perekonomian Jawa Timur pada kuartal triwulan I 2025 berhasil tumbuh 5 persen (year-on-year/yoy) atau tumbuh 1,14 persen secara kuartalan (quartal-to-quartal/qtq).

"Menurut lapangan usaha, semua mengalami pertumbuhan ekonomi positif kecuali pengadaan air," kata Kepala BPS Jatim Zulkipli di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Apabila dilihat berdasarkan lapangan usaha, terdapat beberapa lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan seperti pengadaan listrik dan gas sebesar 10,40 persen serta pertanian, kehutanan, dan perikanan 10,23 persen, sekaligus administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 9,87 persen.

Menurut pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 6,53 persen dan diikuti oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 6,01 persen.

Kemudian komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,12 persen, Komponen Pendapatan Keluarga Perempuan (PK-P) sebesar 3,12 persen, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,20 persen serta komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB tumbuh 4,63 persen.

Secara spasial, Zulkipli menuturkan, struktur perekonomian Pulau Jawa pada triwulan I-2025 didominasi oleh tiga provinsi yaitu DKI Jakarta dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Jawa sebesar 29,35 persen, diikuti Provinsi Jawa Timur sebesar 25,11 persen, dan Provinsi Jawa Barat sebesar 22,50 persen.

Sedangkan Provinsi Jawa Tengah sebesar 14,49 persen, Provinsi Banten sebesar 6,99 persen, dan Provinsi DI Yogyakarta sebesar 1,56 persen.

"Dalam hal ini Jawa Timur memberikan kontribusi terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,11 persen dengan pertumbuhan sebesar 5,00 persen," kata Zulkipli.

Sementara dari sisi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025, Jawa Timur menduduki provinsi ketiga dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa sedangkan posisi pertama adalah Provinsi Banten 5,19 persen dan posisi kedua DI Yogyakarta 5,11 persen.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025